Pantai Cermin (Humas). Kantor
Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pantai Cermin kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan
Perkawinan (BIMWIN) bagi calon pengantin. Kegiatan ini dilaksanakan di
Aula KUA Pantai Cermin dan diikuti oleh 22 orang peserta yang
merupakan pasangan calon pengantin dari berbagai desa di Kecamatan Pantai
Cermin. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis KUA dalam membekali
pasangan muda agar siap membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan
rahmah, Senin, (13/10)
Dalam sambutannya, Kepala
KUA Pantai Cermin H. Dauli Damanik, M.Ag menegaskan pentingnya
membangun pondasi cinta dalam rumah tangga. Ia menjelaskan bahwa cinta dalam
sakinah bukan sekadar rasa, melainkan komitmen dan tanggung jawab untuk saling
menjaga, menghargai, serta memahami satu sama lain. “Banyak kasus perceraian
yang terjadi hanya dalam kurun waktu dua tahun usia pernikahan. Ini menjadi
pelajaran bagi kita semua bahwa cinta saja tidak cukup tanpa komitmen,”
ujarnya.
Beliau juga mengingatkan kepada
para calon pengantin untuk mempertahankan rumah tangga dengan komunikasi yang
baik dan saling menghargai pasangan. Menurutnya, perceraian bukanlah solusi,
melainkan awal dari permasalahan baru. “Bangun rumah tangga dengan niat ibadah.
Jangan mudah menyerah saat badai rumah tangga datang. Kuatkan fondasi sejak
awal,” tambahnya di hadapan peserta.
Kegiatan BIMWIN ini juga menghadirkan narasumber dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kecamatan Pantai Cermin, Rina Handayani, S.KM, yang merupakan Penyuluh KB. Dalam materinya, ia menyampaikan pentingnya perencanaan keluarga dan menjaga jarak kelahiran demi kesehatan ibu dan anak.
“Usia ideal bagi wanita untuk hamil pertama adalah 21 tahun. Ini bukan tanpa
alasan, tetapi demi kesiapan fisik dan mental dalam membangun keluarga,”
jelasnya. Selain itu, Rina Handayani juga memperkenalkan dan menjelaskan manfaat
aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil). Aplikasi ini dapat
membantu calon pengantin dalam memantau kesiapan pernikahan dan kehamilan
melalui berbagai fitur edukatif. “Dengan Elsimil, pasangan akan lebih mudah
memahami pentingnya kesiapan reproduksi dan perencanaan keluarga,” ujarnya.
Tak hanya itu, para peserta juga
mendapatkan materi dari Penyuluh Agama Islam KUA Pantai Cermin
yang menjelaskan tentang Tepuk Sakinah, yaitu metode
interaktif dalam menyampaikan nilai-nilai keluarga sakinah. Melalui metode ini,
peserta diajak memahami bagaimana membangun rumah tangga harmonis dengan
nilai-nilai keagamaan yang kuat dan menyenangkan. Suasana kegiatan pun menjadi
lebih hidup dan interaktif.
Kepala KUA Pantai Cermin mengapresiasi antusiasme para peserta yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Menurutnya, Bimbingan Perkawinan ini sangat penting untuk memberikan bekal pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. “Kami berharap para calon pengantin tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga matang secara mental dan spiritual,” pungkasnya.
Dengan
terselenggaranya kegiatan BIMWIN ini, diharapkan angka perceraian di Kecamatan
Pantai Cermin dapat ditekan. KUA bersama mitra seperti BKKBN dan Penyuluh Agama
akan terus bersinergi memberikan edukasi kepada masyarakat. Melalui pembekalan
sejak dini, calon pengantin diharapkan mampu mewujudkan keluarga sakinah,
mawaddah, dan rahmah yang menjadi dambaan setiap rumah tangga.