Banjarnegara – Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam
mengadakan kegiatan Penguatan Tugas dan Fungsi (Tusi) Analisis Jabatan (Anjab)
serta Analisis Beban Kerja (ABK) bagi pelaksana administrasi Kantor Urusan
Agama (KUA) di wilayah Kabupaten Banjarnegara pada Kamis, 28 Agustus 2025
bertempat di di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara.
Kegiatan ini diikuti
oleh 50 orang pelaksana administrasi KUA dari seluruh kecamatan se-Kabupaten
Banjarnegara. Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, mencerminkan
semangat para peserta untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitas dalam
mengemban tugas.
Kepala Seksi
Bimas Islam Slamet Wahyudi membuka acara tersebut dalam sambutannya
menyampaikan bahwa pelaksana administrasi memegang peran strategis dalam
penyelenggaraan layanan KUA. Administrasi menjadi pintu masuk bagi masyarakat
yang hendak mengurus berbagai keperluan, mulai dari pencatatan pernikahan,
pelayanan wakaf, bimbingan keluarga sakinah, hingga urusan keagamaan lainnya.
“Administrasi
adalah wajah KUA. Jika administrasi tertata rapi, maka pelayanan masyarakat pun
akan terasa mudah, cepat, dan akuntabel. Dengan penguatan Anjab dan ABK, kita
ingin memastikan setiap pegawai bekerja sesuai tugasnya, beban kerjanya jelas,
serta target layanan bisa tercapai dengan maksimal,” tegasnya.
Ketua Cabang
Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten banjarnegara, Heri
Purnomo Adi, Selaku Narasumber dan juga sekaligus menjabat Sebagai Kepala
Kantor Urusan Agama (KUA) Susukan menyampaikan enam nilai penting yang perlu
dipegang teguh oleh setiap pelaksana administrasi KUA dalam melaksanakan
tugasnya sehari-hari.
”Pertama,
disiplin yang prima, karena secara filosofis hal itu selalu berkorelasi dengan
hal-hal positif dalam kehidupan. Kedua, bekerja harus profesional: cepat,
tepat, bersih, dan benar. Ketiga, orientasi kerja harus selalu bermutu agar
hasil yang kita berikan kepada masyarakat memiliki nilai lebih.
Keempat, kuasai
teknologi digital sebagai sarana mendukung pelayanan di era modern. Kelima,
jadilah pembelajar sepanjang hayat, karena dunia administrasi dan layanan
publik selalu berkembang. Dan keenam, jangan pernah berhenti mendorong diri
untuk meraih prestasi, sekecil apapun prestasi itu akan berdampak positif pada
pelayanan,” ungkapnya.
Para pelaksana
administrasi KUA yang mengikuti kegiatan ini tampak antusias. Mereka aktif
bertanya, berdiskusi, bahkan berbagi pengalaman terkait tantangan sehari-hari
di kantor. Salah seorang peserta dari KUA Susukan menyampaikan kesannya bahwa
kegiatan ini membuka wawasan baru. “Selama ini kami bekerja berdasarkan
rutinitas, tapi dengan adanya penjelasan tentang Anjab dan ABK, kami jadi tahu
bahwa setiap pekerjaan ternyata bisa diukur dan dievaluasi. Ini membuat kami
lebih paham pentingnya kedisiplinan, efisiensi, dan pertanggungjawaban dalam
setiap layanan,” ungkapnya.
Di akhir
kegiatan, Bimas Islam menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan
secara berkelanjutan di berbagai wilayah. Hal ini menjadi bukti komitmen
Kementerian Agama dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan
mutu pelayanan publik, serta menjaga marwah KUA sebagai institusi keagamaan
yang melayani umat dengan sepenuh hati.