Baiti Jannati Jadi Bekal Pengantin, Penghulu KUA Payung Titip Pesan: Rumah Tangga Dibangun dengan Ilmu, Bukan Sekadar Cinta

Payung, (Humas). Pelayanan pencatatan dan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Payung kembali menghadirkan nuansa pembinaan keluarga yang bermakna. Kali ini, pasangan calon pengantin Peran Sinatra Ginting dan Yuni Sarfiah br Bangun melangsungkan akad nikah pada Selasa (28/07/2026) sore, tepat pukul 15.00 WIB, di Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo.

Berbeda dari umumnya pelayanan akad nikah yang dilaksanakan pada pagi hingga menjelang siang, prosesi kali ini berlangsung pada sore hari. Kendati demikian, pelayanan pencatatan nikah tetap berjalan tertib, khidmat, dan sesuai ketentuan administrasi yang berlaku. Hal ini menjadi bukti komitmen KUA Kecamatan Payung dalam menghadirkan layanan keagamaan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat tanpa mengurangi kualitas maupun profesionalisme pelayanan.

Prosesi akad nikah dipimpin langsung oleh Penghulu KUA Kecamatan Payung, Denni Herdiansyah, S.H, sementara rangkaian acara turut dipandu oleh Penata Layanan Operasional (PLO) KUA Kecamatan Payung, Akhyaruddin, SH, sebagai pembawa acara. Kehadiran jajaran KUA tersebut menjadi bagian dari pelayanan terpadu yang tidak hanya memastikan sahnya pencatatan pernikahan secara hukum negara dan agama, tetapi juga memberikan pembinaan kepada pasangan yang baru membangun rumah tangga.

Menariknya, sesaat setelah ijab kabul dinyatakan sah, Denni Herdiansyah tidak langsung menutup prosesi. Ia mengajak kedua mempelai merenungkan nilai-nilai kehidupan rumah tangga melalui mutiara hikmah yang diambil dari buku Baiti Jannati. Menurutnya, akad nikah bukanlah garis akhir dari perjalanan cinta, melainkan titik awal dimulainya ibadah panjang yang membutuhkan ilmu, kesabaran, komunikasi, dan saling menguatkan.

Dalam nasihatnya, Denni menyampaikan bahwa keluarga yang bahagia bukanlah keluarga yang tidak pernah diuji, melainkan keluarga yang menjadikan setiap ujian sebagai jalan untuk semakin mendekat kepada Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa kebahagiaan rumah tangga dibangun melalui kebiasaan saling menghormati, menjaga amanah, memperbanyak syukur, serta menjadikan dialog sebagai solusi atas setiap persoalan yang muncul.

"Rumah tangga ibarat taman yang harus dirawat setiap hari. Cinta memang menjadi benihnya, tetapi akhlak, kesabaran, keikhlasan, dan komitmenlah yang akan membuatnya terus tumbuh menjadi taman surga. Jangan pernah lelah saling mendoakan, karena doa pasangan adalah penguat yang sering kali tidak terlihat, tetapi sangat menentukan keberkahan keluarga," pesan Denni kepada kedua mempelai. 


Ia juga mengingatkan bahwa pasangan suami istri hendaknya tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber pertengkaran, melainkan sebagai sarana untuk saling melengkapi. Menurutnya, keluarga sakinah lahir dari dua pribadi yang sama-sama bersedia belajar, memperbaiki diri, dan mengutamakan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan.

Pelaksanaan akad nikah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa transformasi layanan KUA tidak hanya berorientasi pada aspek administratif pencatatan nikah, tetapi juga pada penguatan kualitas kehidupan keluarga melalui pembinaan yang menyentuh nilai-nilai spiritual. Nasihat yang diberikan penghulu sesaat setelah akad menjadi bagian penting dari pelayanan yang diharapkan mampu membekali pasangan pengantin dalam menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga.

Melalui pelayanan yang humanis, profesional, dan sarat edukasi, KUA Kecamatan Payung terus berupaya mewujudkan layanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat. Setiap akad nikah bukan hanya menghasilkan dokumen legalitas perkawinan, tetapi juga menjadi momentum menanamkan nilai-nilai keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah sebagai fondasi membangun generasi yang kuat dan berakhlak mulia. (DHN)


Bagikan Artikel