APRI Dairi Dorong KUA Aktif Publikasi, Penghulu Ajak Staf Menulis Berita Langsung dari Lapangan

Dairi, (Humas). Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Dairi turut mendorong penguatan kemampuan kehumasan di lingkungan KUA melalui pelatihan penulisan berita jurnalistik. Kegiatan tersebut menghadirkan Penghulu KUA Sidikalang, Muhammad Hisyamsyah Dani, S.H., yang juga menjabat Biro Humas PW APRI Sumatera Utara, sebagai narasumber utama dalam pendalaman teknik penulisan berita dan publikasi kegiatan KUA. Kegiatan dilaksanakan di KUA Kecamatan Sitinjo, Selasa (22/09/2026).

Hisyamsyah menyampaikan materi secara tekstual sekaligus praktik dengan memperkenalkan konsep straight news, struktur berita, unsur-unsur berita, teknik menentukan fokus pemberitaan, serta kiat menyusun judul yang tegas dan menarik. Ia menekankan bahwa kemampuan menulis perlu dibangun melalui praktik langsung, bukan hanya dengan memahami teori. Karena itu, peserta diajak mengolah momentum kegiatan yang sedang berlangsung menjadi bahan berita.

“Jangan berhenti pada teori. Setelah memahami bagaimana berita ditulis, langsung praktikkan dengan kegiatan yang ada di depan kita,” ujar Hisyamsyah. Menurutnya, setiap aktivitas KUA, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan umat dan masyarakat, memiliki nilai informasi yang dapat disampaikan kepada publik. Pegawai KUA perlu memiliki kepekaan untuk menangkap momentum tersebut.

Peserta kemudian diminta melakukan praktik menulis berita secara on the spot. Mereka mengamati kegiatan, menentukan angle, memilih informasi utama, menyusun judul, hingga merangkai fakta menjadi naskah berita. Pola pelatihan tersebut diarahkan agar peserta memahami bahwa publikasi bukan sekadar dokumentasi seremonial, melainkan proses menyampaikan kerja nyata KUA kepada masyarakat. 



Hisyamsyah juga mengingatkan agar berita KUA tidak berhenti pada pola pemberitaan yang hanya menjelaskan kegiatan telah dilaksanakan. “Berita yang baik harus menjawab mengapa kegiatan itu penting, apa yang dilakukan, siapa yang mendapatkan manfaat, dan apa dampaknya bagi masyarakat,” jelasnya. Dengan pendekatan tersebut, publikasi diharapkan mampu menggambarkan substansi pelayanan KUA secara lebih aktual dan bermakna.

Kepala KUA Sitinjo, Saukum Piliang, S.H., menyampaikan bahwa peningkatan keterampilan pegawai merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas layanan dan publikasi KUA. Ia mengatakan, pihaknya memberikan ruang kepada pegawai untuk terus mengembangkan kemampuan, termasuk dalam bidang penulisan berita. Menurutnya, keterampilan tersebut akan membantu KUA mendokumentasikan sekaligus mengomunikasikan berbagai program dan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya publikasi yang lebih aktif di lingkungan KUA. Melalui penguatan kemampuan jurnalistik dan praktik langsung, staf KUA diharapkan mampu mengubah berbagai aktivitas pelayanan menjadi informasi publik yang aktual, faktual, dan bernilai. Dengan demikian, publikasi KUA tidak sekadar mencatat kegiatan, tetapi ikut menghadirkan wajah pelayanan keagamaan yang nyata di tengah masyarakat. (mhs)


Bagikan Artikel