Gunungsitoli, (Humas). Dalam upaya memperkuat tata kelola administrasi serta meningkatkan mutu lembaga keagamaan, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunungsitoli Utara menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Digitalisasi Data Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) se-Kecamatan Gunungsitoli Utara.
Kegiatan strategis ini berlangsung pada Rabu
(28/01) bertempat di KUA Kecamatan Gunungsitoli Utara. Fokus utama
pertemuan ini adalah untuk menyamakan persepsi mengenai pentingnya integrasi
data di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini.
Acara yang dimulai
tepat pukul 15.00 WIB tersebut dihadiri oleh figur-figur kunci, di antaranya
Kepala KUA Gunungsitoli Utara, Ketua FK-TPQ Kecamatan, jajaran staf KUA serta
seluruh koordinator dan pengelola TPQ yang tersebar di wilayah Gunungsitoli
Utara. Kehadiran para pengelola dari berbagai desa ini menunjukkan komitmen
kolektif untuk membawa lembaga pendidikan Al-Qur'an di tingkat akar rumput
menuju standar manajemen yang lebih modern dan transparan.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Gunungsitoli Utara, Amir Sidik
Harefa, S.Pd.I., menekankan bahwa migrasi data dari sistem manual ke
digital bukan sekadar tren, melainkan sebuah urgensi. Ia menjelaskan bahwa
akurasi data merupakan instrumen vital yang menjadi rujukan utama dalam setiap
pengambilan kebijakan strategis, termasuk dalam pemetaan potensi serta
penyaluran program bantuan dan insentif dari Kementerian Agama di masa
mendatang.
"Digitalisasi
bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak bagi kita semua. Dengan data
yang terintegrasi secara daring, kita dapat memastikan bahwa setiap TPQ di
wilayah kita terdata secara valid dan real-time. Hal ini akan memudahkan
kita dalam melakukan pembinaan, pemantauan dan pengawasan agar kualitas
pengajaran Al-Qur'an di Gunungsitoli Utara terus meningkat secara merata,"
tegas Amir Sidik Harefa.
Sejalan dengan arahan tersebut, Ketua FK-TPQ Kecamatan Gunungsitoli Utara, Yusniar Telaumbanua, S.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif KUA dalam mengawal proses digitalisasi ini.
Beliau menekankan bahwa kemudahan akses informasi di masa depan sangat
bergantung pada kedisiplinan pengelola saat ini. Yusniar mengajak seluruh
jajaran pengelola TPQ untuk bersikap proaktif dalam memperbarui data lembaga
secara berkala agar selaras dengan sistem pangkalan data nasional yang
dikembangkan oleh pemerintah.
Memasuki agenda
inti, sesi diskusi berlangsung interaktif yang dipandu langsung oleh
Koordinator TPQ, Novita Sari, S.Sos.
Dalam sesi teknis ini, para peserta dibekali dengan panduan mendalam mengenai
mekanisme penginputan data ke dalam aplikasi dan portal resmi. Selain itu,
diskusi juga menjadi ruang bagi pengelola untuk mengonsultasikan kendala
lapangan, mulai dari masalah teknis unggah dokumen hingga sinkronisasi Nomor
Statistik TPQ.
"Target utama
kita adalah memastikan tidak ada satu pun TPQ di Gunungsitoli Utara yang
tertinggal atau berstatus tidak aktif hanya karena masalah administrasi. Mulai
dari dokumen perizinan operasional, data demografis santri hingga profil
kompetensi pengajar harus terdokumentasi secara digital. Ini adalah langkah
kita bersama demi mewujudkan transparansi, akuntabilitas dan profesionalisme
lembaga," ujar Novita di sela-sela memandu diskusi.
Rapat koordinasi ini
diakhiri dengan komitmen bersama untuk menyelesaikan proses pemutakhiran data
dalam waktu dekat. Diharapkan, kegiatan ini menjadi titik awal terciptanya basis
data TPQ yang solid, valid dan mutakhir, selaras dengan semangat transformasi
digital yang tengah digalakkan secara masif oleh Kementerian Agama Republik
Indonesia guna mewujudkan layanan keagamaan yang lebih cerdas dan cepat. (DIH)