Rokan Hilir (Humas) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Simpang Kanan, Hasanuddin Ritonga, menyampaikan pesan mendalam kepada para santri tentang pentingnya menghargai jasa para pahlawan, menjaga akhlak, memperkuat akidah, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman. Pesan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan memperingati Hari Santri Tahun 2026 bersempena HUT ke-24 Kecamatan Simpang Kanan yang di gelar di halaman masjid Agung Al Muhajirin, Rabu (21/10/2026).
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal dan menghargai jasa para pahlawannya. Peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri berkaitan erat dengan peristiwa Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyekh KH. Hasyim Asyβari pada 22 Oktober 1945. Peristiwa bersejarah tersebut menjadi salah satu penggerak semangat perjuangan para santri dan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan para pendahulu. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan, kini para santri dihadapkan pada tantangan menjaga moral, akidah, dan perilaku di tengah perkembangan zaman.
"Hari ini kita tidak lagi berjuang dengan mengangkat senjata, tetapi kita berjuang menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak akhlak, melemahkan akidah, dan menghancurkan masa depan, termasuk bahaya penyalahgunaan narkoba. Karena itu, santri harus memiliki benteng iman yang kuat, akhlak yang mulia, serta mampu memilih pergaulan yang baik," pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa santri masa kini tidak cukup hanya menguasai ilmu agama, tetapi harus mampu mengembangkan pengetahuan di bidang sains dan teknologi. Dengan perpaduan ilmu agama, ilmu pengetahuan, dan teknologi, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
"Santri tidak hanya harus pandai dalam ilmu agama, tetapi juga harus menguasai ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi. Jadilah generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat dan negara," tambahnya.
Di akhir sambutannya, ia juga berpesan agar seluruh santri dan santriwati senantiasa menghormati guru, kiai, ustaz, ustazah, serta kedua orang tua. Menurutnya, keberkahan ilmu tidak terlepas dari adab, penghormatan, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu.
Kegiatan yang diisi dengan berbagai sambutan termasuk dari unsur pemerintahan Kecamatan, doa dan zikir bersama tersebut turut dihadiri oleh unsur forkopimcam jajaran pemey kecamatan, kelurahan dan desa, ketua dan pengurus masjid Al Muhajirin, pengurus BKMT, pimpinan Ponpes dan rumah Al-Qur'an se Kecamatan Simpang Kanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para santri serta masyarakat sekitar. (MAA/Humas)