Negara Beringin (Humas) - Dalam
upaya mendukung program pemerintah dalam pencegahan stunting, Penyuluh Agama
Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan STM Hilir bekerja sama dengan bidan
desa melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi pencegahan stunting kepada
masyarakat di Posyandu Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten
Deli Serdang (11/3).
Kegiatan ini dihadiri oleh para
ibu hamil, ibu menyusui, kader posyandu, serta masyarakat setempat. Melalui
kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan
gizi sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak, serta pentingnya pola
asuh yang baik dalam keluarga.
Penyuluh Agama Islam KUA STM
Hilir, Masnilam, S.H, menyampaikan materi terkait peran keluarga dalam menjaga
kesehatan dan tumbuh kembang anak dari perspektif nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara penyuluh agama dan tenaga
kesehatan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan
stunting sejak dini.
Kepala KUA STM Hilir, Ibnuh
Salim, S.H.I, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara
penyuluh agama dan tenaga kesehatan desa dalam mendukung program pencegahan
stunting.
Dalam sambutannya, Ibnuh Salim,
S.H.I mengatakan “Pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga
kesehatan saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama, termasuk
lembaga keagamaan. Melalui peran penyuluh agama, kita dapat memberikan
pemahaman kepada masyarakat bahwa menjaga kesehatan ibu dan anak merupakan
bagian dari ikhtiar menjaga amanah Allah SWT dalam keluarga.”
Beliau juga menambahkan bahwa
keluarga yang sehat akan melahirkan generasi yang kuat dan berkualitas.
“Kami berharap kegiatan seperti
ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Sinergi antara KUA, tenaga
kesehatan, dan pemerintah desa sangat penting untuk menciptakan generasi yang
sehat, cerdas, dan berakhlak baik.”
Sementara itu, Penyuluh Agama
Islam KUA STM Hilir, Masnilam, S.H, dalam kesempatan tersebut juga memberikan
pesan kepada para orang tua mengenai pentingnya peran keluarga dalam mencegah
stunting.
Masnilam, S.H menyampaikan “Dalam
ajaran Islam, orang tua memiliki tanggung jawab besar terhadap tumbuh kembang
anak. Memberikan makanan yang bergizi, menjaga kesehatan ibu sejak masa
kehamilan, serta memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak merupakan
bagian dari bentuk ibadah dan amanah yang harus dijaga.”
Ia juga mengajak para orang tua
untuk aktif mengikuti kegiatan posyandu sebagai upaya menjaga kesehatan anak.
“Kami mengajak para ibu untuk
rutin datang ke posyandu, memeriksakan kesehatan anak, serta memperhatikan
asupan gizi keluarga. Dengan usaha bersama, insyaAllah kita dapat mencegah
stunting dan melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.”
Kegiatan sosialisasi tersebut
berlangsung dengan penuh antusias dari para peserta. Selain penyuluhan,
kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan ibu dan anak oleh bidan desa
serta diskusi bersama mengenai pola hidup sehat dalam keluarga.
Melalui kegiatan ini diharapkan
kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat,
sekaligus memperkuat peran penyuluh agama dalam mendukung program pembangunan
kesehatan masyarakat. (MR)