Canangkan Magrib Mengaji, KUA Doloksanggul Ajak Prajurit TNI Batalyon Hoda Sihapaspili

Doloksanggul (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Doloksanggul melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 955/Hoda Sihapaspili yang untuk sementara bermarkas di Stadion Simangaronsang, Kecamatan Pollung, Selasa (20/10). Kunjungan itu dipimpin langsung oleh Kepala KUA Doloksanggul Gerbang Munte, S.H.,M.H.

Tim KUA disambut langsung oleh Komandan Batalyon (Danyon), Letkol Inf. Heryanto Sinaga. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah program yang dapat disinergikan, yakni pembinaan mental (bintal) dan kerohanian bagi prajurit. KUA juga menyampaikan gagasan program "Magrib Mengaji", yaitu ajakan kepada pihak Batalyon untuk bersama-sama membina keagamaan masyarakat, khususnya anak-anak. Danyon menyambut baik dan mengapresiasi niat tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini sejalan dengan upaya pembinaan kerohanian yang juga menjadi perhatian kesatuan. Gagasan ini berawal dari pengamatan Kepala KUA yang melihat langsung bahwa di antara ratusan prajurit Batalyon Hoda Sihapaspili terdapat sejumlah personel yang cakap dalam mengajarkan ilmu keagamaan. Kehadiran mereka diharapkan dapat menumbuhkan semangat anak-anak untuk mengaji.

Pembagian peran dalam program ini dibuat sederhana. KUA bertugas menyediakan lokasi di beberapa masjid serta mengajak anak-anak hadir mengaji seusai salat magrib, sedangkan sejumlah prajurit TNI membantu jalannya kegiatan. Dengan begitu, masjid tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga menjadi ruang belajar Al-Qur'an yang hidup bagi anak-anak di sekitarnya.

Program ini merupakan terobosan KUA Doloksanggul untuk menyiasati keterbatasan tenaga penyuluh. Saat ini hanya ada dua Penyuluh Agama Islam di KUA Doloksanggul, sementara wilayah kerjanya mencakup enam kecamatan. Keterlibatan prajurit TNI diharapkan dapat memperluas jangkauan pembinaan sehingga lebih banyak anak yang tersentuh. "Dengan keterbatasan tenaga Penyuluh Agama yang saat ini berada di KUA, tentu kami membutuhkan bantuan dan sinergi dari TNI agar pendidikan dan belajar Al-Qur'an dapat diselenggarakan dalam program ini, sehingga terbentuk sinergi yang baik di antara kita," ujar Kepala KUA Doloksanggul, Gerbang Munte, S.H., M.H.

Melalui kolaborasi ini, KUA Doloksanggul berharap program Magrib Mengaji dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi contoh sinergi antara lembaga keagamaan dan TNI dalam membangun generasi yang dekat dengan masjid dan Al-Qur'an. Sinergi ini sekaligus menegaskan bahwa pembinaan umat adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas satu instansi. (H9)


Bagikan Artikel