Kuantan Singingi (Humas) Usai prosesi akad nikah
Arpan, putra dari Desa Air Buluh, dengan Lola Oktavia, dara dari Banjar Guntung
beberapa hari yang lalu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan
Mudik, Imsal, S.Ag menyempatkan diri untuk berbual mesra dan bercengkrama
dengan sanak masyarakat yang hadir. (4/2/2026)
Kepala KUA
Kuantan Mudik menyampaikan bahwa pelayanan KUA tidak boleh berjarak dengan umat.
Kehadiran KUA di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan
pelayanan keagamaan berjalan efektif, humanis, dan berdampak langsung bagi
kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
βKUA tidak
cukup hanya menunggu masyarakat datang ke kantor. Kita harus hadir, menyapa,
dan membersamai masyarakat. Karena sejatinya, masyarakat adalah objek utama
sekaligus mitra dalam pelayanan,β ujarnya. (4/2/2026)
Ia
menambahkan, pendekatan yang dekat dan persuasif akan memperkuat kepercayaan
publik terhadap KUA, khususnya dalam layanan pernikahan, bimbingan keluarga
sakinah, penyuluhan keagamaan, wakaf, serta pembinaan umat lainnya. Dengan
kedekatan tersebut, KUA dapat lebih memahami kebutuhan riil masyarakat dan
memberikan solusi yang tepat.
Menurutnya,
pelayanan keagamaan yang berkualitas bukan hanya diukur dari administrasi yang
tertib, tetapi juga dari sentuhan sosial dan empati petugas kepada masyarakat.
Oleh karena itu, seluruh jajaran KUA diharapkan mampu menjadi pelayan umat yang
ramah, responsif, dan solutif.
βKami ingin
KUA benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pelayanan harus mudah,
cepat, dan tidak berbelit, namun tetap mengedepankan nilai-nilai keagamaan dan
kearifan lokal,β tambahnya.
Dengan
komitmen tersebut, KUA Kuantan Mudik terus berupaya memperkuat peran
strategisnya sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan
pelayanan keagamaan yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada
kemaslahatan umat. (AS)