Pokjaluh KUA Buay Madang Gelar BRUS di SDN Sridadi Dalam

PW. APRI Sumsel (OKU Timur),– Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kantor Urusan Agama Kecamatan  Buay Madang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Edisi VII. Jumat, 06/11/2026, kegiatan dilaksanakan di SDN Sridadi Dalam, Desa Sridadi, Kecamatan Buay Madang, dengan melibatkan 80 peserta didik.

"Fenomena anak-anak hari ini tidak hanya tumbuh di lingkungan keluarga dan sekolah, tetapi juga di tengah derasnya arus informasi digital yang sulit dibendung. Di balik kemudahan teknologi, tersimpan tantangan besar yang dapat memengaruhi cara berpikir, perilaku, dan masa depan mereka". hal tersebutlah yang menjadi landasan utama terlaksananya kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Edisi VII ini. 

Kegiatan ini menghadirkan para Penyuluh Agama KUA Buay Madang sebagai pemateri serta Aiptu Basor Alam dari Polsek Buay Madang yang turut memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga perilaku, menghindari pengaruh negatif pergaulan, dan membangun kesadaran untuk menjadi generasi yang disiplin serta bertanggung jawab.
Dalam pembinaan tersebut, para siswa diajak memahami bahwa kecerdasan bukan satu-satunya bekal meraih masa depan. Kejujuran, kesopanan, rasa hormat kepada orang tua dan guru, serta kemampuan menyaring informasi juga menjadi bagian penting dari karakter yang harus dibangun sejak dini.

Kepala SDN Sridadi Dalam, Triono, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pokjaluh KUA Buay Madang dan Polsek Buay Madang yang telah memberikan pembinaan kepada para siswanya. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan dampak positif bagi perilaku anak-anak, tidak hanya selama berada di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pendidikan karakter membutuhkan keterlibatan semua pihak agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, santun, dan memiliki tanggung jawab.

Melalui kegiatan Edisi VII ini, Pokjaluh KUA Buay Madang kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang berakhlakul karimah dan bijak menghadapi perkembangan zaman. Karena anak-anak tidak cukup hanya diajarkan bagaimana menjadi pintar, tetapi juga perlu dibimbing bagaimana menjadi manusia yang baik. Sebab, ilmu dapat mengantarkan mereka meraih cita-cita, sementara akhlak akan menjaga mereka tetap berada di jalan yang benar. (md) 


Bagikan Artikel