Pancur
Batu, (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancur Batu menghadiri
kegiatan Pengajian Akbar Kecamatan Pancur Batu sebagai upaya memperkuat
nilai-nilai moderasi beragama serta menyampaikan komitmen Kementerian Agama
dalam menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat.
Kegiatan
tersebut dilaksanakan pada Kamis, (05/02), bertempat di Masjid Jami’
Desa Tengah, Kecamatan Pancur Batu, dan diikuti oleh ratusan jamaah dari
berbagai desa di wilayah kecamatan setempat.
Pengajian
akbar ini turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Kecamatan Pancur
Batu, Feri Sepnanda Ginting, S.STP., M.A.P, bersama unsur pemerintahan
kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para jamaah majelis taklim.
Kehadiran
Kepala KUA Pancur Batu, H. Ilyas, M.A, dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk
sinergi antara Kementerian Agama dengan pemerintah kecamatan dan masyarakat
dalam memperkuat pembinaan umat, menjaga kerukunan, serta membumikan
nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Dalam
kesempatan tersebut, Ilyas menyampaikan bahwa pengajian akbar menjadi sarana
strategis untuk mempererat ukhuwah islamiyah, menumbuhkan semangat persatuan,
serta menyampaikan program-program Kementerian Agama yang berorientasi pada
kemaslahatan umat.
Ia
menegaskan pentingnya moderasi beragama sebagai pondasi dalam kehidupan
bermasyarakat, agar perbedaan yang ada dapat dikelola dengan bijak, saling
menghormati, dan tidak menimbulkan konflik.
“Kementerian
Agama terus berupaya menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak langsung
bagi masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai toleransi,
persatuan, dan kebersamaan dapat terus kita tanamkan,” ujar Ilyas.
Sebagai
penceramah utama, hadir Al-Ustadz Wahyu Santoso, S.Pd.I, yang juga merupakan
Penata Layanan Operasional (PLO) KUA Pancur Batu. Dalam tausiyahnya, ia
mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjunjung tinggi persatuan,
memperkuat ukhuwah, serta menjauhkan diri dari sikap dan perilaku yang dapat
memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Ustadz
Wahyu menekankan bahwa persatuan umat merupakan kunci utama dalam menjaga
stabilitas sosial, memperkokoh nilai keislaman, serta mendukung pembangunan
daerah yang harmonis dan berkelanjutan.
“Perbedaan adalah sunnatullah, namun persatuan adalah kekuatan. Umat Islam harus menjadi teladan dalam menjaga kedamaian, saling menghargai, dan membangun kebersamaan,” tuturnya. Ia juga mengingatkan jamaah agar bijak dalam menerima informasi, tidak mudah terprovokasi, serta selalu mengedepankan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan
pengajian akbar tersebut berlangsung dengan penuh kekhusyukan, tertib, dan
khidmat. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Wahyu Santoso memohon
keberkahan, keselamatan, serta persatuan bagi masyarakat Kecamatan Pancur Batu.
Melalui
kegiatan ini, KUA Pancur Batu berharap nilai-nilai moderasi beragama,
persaudaraan, dan pelayanan keagamaan yang berdampak dapat terus tumbuh dan
mengakar di tengah masyarakat, sehingga tercipta kehidupan beragama yang
harmonis, sejuk, dan penuh keberkahan.