Bengkalis (Humas) Dalam upaya
meningkatkan kualitas pelayanan ibadah dan tata kelola rumah ibadah, Kepala
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bukit Batu, Suhardi, S.Ag, hadir sebagai
pemateri utama dalam acara Upgrading Kader Mubaligh serta Pelatihan Imam dan
Khatib. Kegiatan ini dilangsungkan di Wisma Pertamina Sungai Pakning bersama
dewan dakwah (DDI) Kecamatan Bukit Batu, Rabu (11/02/2026).
Di hadapan
puluhan peserta, Suhardi menyampaikan materi krusial mengenai Manajemen
Kemasjidan. Ia menekankan bahwa masjid di era modern tidak hanya berfungsi
sebagai tempat salat, tetapi juga harus menjadi pusat peradaban dan
pemberdayaan ekonomi umat.
Tiga Pilar
Utama Manajemen Masjid
Dalam
paparannya, Suhardi menjelaskan bahwa pengelolaan masjid yang sukses harus
bersandar pada tiga pilar utama:
1. Idarah
(Manajemen Organisasi): Menyangkut administrasi, perencanaan, dan
pengorganisasian pengurus masjid yang transparan.
2. Imarah
(Manajemen Kegiatan): Terkait upaya memakmurkan masjid dengan ibadah, dakwah,
pendidikan, dan kegiatan sosial.
3. Riβayah
(Manajemen Fasilitas): Fokus pada pemeliharaan bangunan, kebersihan, dan
kenyamanan lingkungan masjid.
"Seorang
Imam dan Khatib adalah wajah dari sebuah masjid. Namun, tanpa manajemen
(Idarah) yang baik di belakang layar, pesan dakwah yang disampaikan tidak akan
mencapai potensi maksimalnya dalam mengubah masyarakat," ujar Suhardi di
sela-sela materinya.
Acara
upgrading ini bertujuan untuk menyegarkan kembali semangat para kader mubaligh
di Kecamatan Bukit Batu agar lebih adaptif terhadap tantangan zaman. Pelatihan
ini juga membekali para Imam dan Khatib dengan teknik retorika yang santun
serta penguatan literasi agama yang moderat.
Kegiatan yang
berlangsung khidmat ini diharapkan mampu melahirkan figur-figur pemimpin
spiritual yang tidak hanya fasih dalam memimpin ritual ibadah, tetapi juga
cakap dalam mengelola aset dan potensi umat di lingkungan masing-masing.