Gunungsitoli, (Humas).
Jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunungsitoli Utara kembali
melaksanakan agenda rutin pembinaan umat melalui khutbah Jumat. Pada kesempatan
kali ini, Jumat (30/01), kegiatan dipusatkan di Masjid Jami' An-Nur Boe, Desa Teluk Belukar, Kecamatan Gunungsitoli Utara.
Hadir sebagai khatib, Dafiq Iman Hakim MS, S.H., yang juga menjabat sebagai Penghulu di
KUA Kecamatan Gunungsitoli Utara. Dalam khutbahnya yang menyentuh hati, beliau
mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan kualitas ketakwaan dan melakukan
refleksi diri (muhasabah) di tengah bulan Sya’ban yang sering kali dilalaikan.
Mengawali khutbahnya, Dafiq menekankan bahwa
hidup manusia hanyalah titipan waktu yang sewaktu-waktu bisa diambil oleh Sang
Pencipta. Mengutip QS. Al-‘Ankabut: 57,
beliau mengingatkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian."Kita
hidup bukan karena kita kuat, tapi karena Allah masih berkenan memberi kita
waktu. Banyak saudara kita yang kemarin masih bersama, namun hari ini tidak
sempat lagi menunggu Ramadhan. Maka, marilah kita gunakan sisa napas ini untuk
kembali kepada-Nya," ujar Dafiq di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, khatib menjelaskan keistimewaan
bulan Sya’ban sebagai bulan diangkatnya amal perbuatan manusia. Beliau
meneladani Rasulullah ﷺ yang gemar berpuasa di bulan ini agar saat amal
diangkat, beliau sedang dalam keadaan rendah hati dan beribadah.
Menutup khutbahnya, Dafiq Iman Hakim berpesan
agar umat muslim tidak menunda niat baik. Sya’ban harus dijadikan momentum
untuk "membereskan" urusan hati, mulai dari meminta maaf, memaafkan
sesama, hingga memperbaiki kualitas shalat."Puasa Sya’ban bukan sekadar
menahan lapar, tapi soal menahan ego dan lisan. Selama dada masih naik turun,
itu tanda pintu taubat belum tertutup. Mari jadikan Sya’ban ini waktu terakhir
untuk bersiap, sebelum Ramadhan datang dengan segala kemuliaannya,"
pungkasnya.
Kegiatan ibadah Jumat di Masjid An-Nur Boe ini berjalan dengan khidmat dan tertib, menjadi bagian dari komitmen KUA
Gunungsitoli Utara dalam memberikan bimbingan keagamaan yang menyejukkan bagi
masyarakat di wilayah tersebut. (DIH)