TALIABU – Memasuki malam ke-15 Ramadhan 1447 H, Kantor Urusan Agama (KUA) Taliabu Timur melaksanakan agenda rutin tadarus Al-Qur’an bersama kelompok Majelis Taklim di Masjid Al-Muhajirin, Desa Samuya, Rabu malam (4/3/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Taliabu Timur, Rauf Likuwatan, S.HI., M.H., sebagai upaya menghidupkan syiar Islam di pertengahan bulan suci.
Ramadhan sebagai Syahrul Qur’an
Kepala KUA Taliabu Timur, Rauf Likuwatan, menjelaskan
bahwa kegiatan ini bertujuan mengajak umat Islam untuk lebih akrab dengan
Al-Qur’an, terutama karena Ramadhan merupakan bulan diturunkannya kitab suci
tersebut (Syahrul Qur’an).
"Berdasarkan surat Al-Baqarah ayat 185, Ramadhan
adalah bulan di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.
Itulah sebabnya para ulama menyebut bulan ini sebagai bulannya Al-Qur'an,"
terang Rauf di sela kegiatan.
Melestarikan Budaya Tadarus
Selain sebagai ibadah, Rauf menekankan pentingnya
melestarikan budaya tadarus yang sudah menjadi tradisi turun-temurun di
masyarakat Muslim. Ia berharap tradisi berkumpul di masjid untuk membaca
Al-Qur’an tidak ditinggalkan oleh generasi saat ini.
Beliau juga mengutip hadis riwayat Muslim mengenai
keutamaan berkumpul di rumah ibadah untuk mempelajari Al-Qur’an. "Tidaklah
satu kelompok berkumpul di rumah ibadah untuk membaca dan mempelajari
Al-Qur’an, melainkan ketenteraman akan turun dan malaikat akan menaungi
mereka," ungkapnya.
Gerakan One Day One Juz
Sebagai penutup, Rauf Likuwatan mengimbau masyarakat
untuk tetap konsisten membaca Al-Qur’an meskipun di luar jam tadarus masjid,
seperti di rumah, kantor, atau di sela kesibukan kerja.
Ia mendorong jamaah untuk mensukseskan gerakan One Day One Juz agar setiap Muslim dapat
mengkhatamkan Al-Qur'an minimal satu kali selama bulan Ramadhan. "Mari
kita pastikan di mana saja kita berada, jangan pernah lupa membaca
Al-Qur’an," pungkasnya. rf