Siak (Humas) Komitmen memperkuat pelayanan keagamaan
di tengah masyarakat kembali ditegaskan melalui pertemuan strategis antara
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dayun dan Badan Kontak Majelis Taklim
(BKMT) Kecamatan Dayun di aula KUA Dayun. Selasa(03/02/2026)
Rapat koordinasi ini
dipimpin langsung oleh Kepala KUA Dayun, Najamudin, S.H.I., M.H., dan menjadi
momentum penting dalam menyatukan arah program kerja tahun 2026 agar lebih
terstruktur, terukur, dan benar-benar menyentuh kebutuhan umat di tingkat
kampung.
Dalam arahannya,
Najamudin menegaskan bahwa tantangan pembinaan keagamaan saat ini semakin
kompleks sehingga membutuhkan kerja sama yang solid antara lembaga pemerintah
dan organisasi keagamaan masyarakat. βKUA dan BKMT harus berjalan beriringan.
Kita tidak hanya menjalankan program, tetapi memastikan manfaatnya benar-benar
dirasakan oleh keluarga dan masyarakat Dayun,β tegasnya.
Pertemuan tersebut
menghasilkan sejumlah kesepahaman strategis, di antaranya: Seluruh peserta
melakukan peninjauan terhadap kegiatan yang telah berjalan, sekaligus
menyelaraskan agenda BKMT dengan visi KUA Dayun dalam meningkatkan kualitas
layanan bimbingan masyarakat Islam. Langkah ini diharapkan mampu menghindari
tumpang tindih program serta memperluas jangkauan pembinaan. BKMT didorong
menjadi garda terdepan dalam syiar keagamaan, terutama dalam pembinaan keluarga
sakinah, pendidikan akhlak, serta penguatan ketahanan moral masyarakat di
setiap kampung se-Kecamatan Dayun.
KUA Dayun merencanakan
program pendampingan berkelanjutan bagi para pengurus dan penyuluh BKMT.
Fokusnya adalah peningkatan kapasitas dakwah yang adaptif terhadap tantangan
sosial keagamaan masa kini, termasuk pendekatan pembinaan keluarga, remaja, dan
generasi muda. Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk mempererat
kemitraan strategis antara KUA dan BKMT. Kolaborasi ini diharapkan menjadi
fondasi kuat dalam membangun masyarakat Dayun yang religius, harmonis, dan
berdaya menghadapi perubahan zaman.
Dengan sinergi yang
semakin kokoh, KUA dan BKMT Dayun optimistis program pembinaan umat tahun 2026
tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghadirkan dampak nyata dalam
kehidupan keagamaan masyarakat. (Nj/Fz)