Gunungsitoli, (Humas). Kamis, 12 Februari 2026. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunungsitoli Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Kegiatan yang berlangsung di balai nikah ini secara khusus diperuntukkan bagi pasangan calon pengantin, Khalil dan Hamni, guna memberikan bekal lahir dan batin sebelum menuju pelaminan. Dimulai tepat pukul 08.00 WIB, suasana bimbingan berlangsung khidmat dan penuh konsentrasi, mengingat pentingnya materi yang akan diterima sebagai fondasi awal dalam membangun kehidupan baru di bawah naungan syariat Islam.
Kepala KUA Kecamatan
Gunungsitoli Utara, Amir Sidik Harefa, S.Pd.I., secara resmi membuka kegiatan
tersebut sekaligus memberikan arahan strategis bagi kedua calon pengantin.
Dalam pidato pembukaannya, beliau menekankan bahwa bimbingan ini bukan sekadar
pemenuhan syarat administratif semata, melainkan hak bagi setiap calon
pengantin untuk mendapatkan edukasi yang layak dari negara melalui Kementerian
Agama. Beliau mengingatkan bahwa tingginya dinamika dalam rumah tangga
memerlukan kesiapan mental yang matang, sehingga melalui momen ini, diharapkan
pasangan Khalil dan Hamni benar-benar siap memikul tanggung jawab besar sebagai
suami dan istri.
Sesi pemberian
materi diawali oleh Penyuluh Agama, Novita Sari, S.Sos., yang mengupas tuntas
mengenai manajemen keluarga menuju Sakinah, Mawaddah dan Warahmah. Beliau
memaparkan bahwa keluarga yang harmonis dibangun di atas landasan komunikasi
yang efektif dan saling pengertian antara hak dan kewajiban masing-masing
pasangan. Materi ini dilanjutkan oleh Penghulu KUA, Dafiq Iman Hakim MS, S.H., yang
memberikan penjelasan mendalam mengenai adab hubungan suami istri sesuai
tuntunan agama. Beliau menekankan pentingnya menjaga kesantunan dan
spiritualitas dalam hubungan privat suami istri sebagai bagian dari ibadah.
Edukasi kemudian
beralih ke aspek fisik dan medis yang disampaikan oleh tim dari UPTD Puskesmas
Kecamatan Gunungsitoli Utara mengenai kesehatan reproduksi. Dalam sesi ini,
pihak Puskesmas memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya pemeriksaan
kesehatan pranikah, menjaga kebersihan alat reproduksi, serta pemenuhan gizi
yang optimal bagi pasangan untuk mencegah terjadinya stunting pada keturunan di
masa depan. Materi ini menjadi bagian krusial dalam Bimwin agar pasangan calon
pengantin memiliki kesadaran tinggi terhadap aspek kesehatan demi melahirkan
generasi yang berkualitas dan sehat secara jasmani.
Sebagai puncak
sekaligus penutup rangkaian bimbingan, dilakukan praktik simulasi ijab kabul
yang dipandu langsung oleh Penghulu Dafiq Iman Hakim MS, S.H. Sesi praktik ini
dilakukan secara intensif untuk melatih ketenangan, mental, dan kelancaran
calon pengantin pria dalam mengucapkan kalimat akad nikah di depan wali dan
saksi nantinya. Dengan selesainya praktik ijab kabul pada pukul 12.00 WIB,
seluruh rangkaian kegiatan resmi berakhir, dan pasangan Khalil serta Hamni
dinyatakan telah siap secara lahir dan batin untuk melangkah ke jenjang
pernikahan yang sah. (DIH)