TALIABU – Memasuki fase akhir bulan suci
ramadhan, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Taliabu Timur, Rauf Likuwatan, S.HI., M.H.,
menekankan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum transformasi diri
yang utuh. Pesan ini disampaikannya saat mengisi khutbah Jumat di Masjid
Al-Muhajirin, Desa Samuya, Jumat (6/3/2026).
Dalam khutbah bertema "Menemukan Keseimbangan dan Upgrade Diri di Bulan Suci" tersebut, Rauf menegaskan bahwa Ramadhan 1447 H bukan sekadar rutinitas tahunan atau perubahan jadwal makan dan tidur, melainkan waktu untuk memperbaiki kualitas kepribadian (self-transformation).
Mengutip
Surah Al-Baqarah ayat 183, Rauf
menjelaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk insan yang bertakwa.
Menurutnya, takwa tidak hanya terbatas pada menjauhi larangan agama, tetapi
juga mencakup kemampuan menghadirkan ketenangan batin di tengah hiruk-pikuk
dunia modern.
"Di tengah kehidupan yang serba cepat dan gangguan
informasi yang tiada henti, Ramadhan mengajarkan kita untuk melambat. Menikmati
keheningan sahur dan meresapi Al-Qur’an adalah cara mengembalikan cahaya jiwa
agar lebih dekat dengan Allah," ujar Rauf di hadapan jamaah shalat Jumat.
Lebih
lanjut, Rauf mengingatkan bahwa Islam adalah agama wasathiyah (moderat) yang mengedepankan
proporsionalitas. Ramadhan tidak boleh dijadikan alasan untuk bermalas-malasan,
namun juga tidak boleh membuat seseorang tenggelam dalam kesibukan dunia hingga
melupakan ruh ibadah.
·
Manajemen
Waktu:
Menyeimbangkan antara ibadah, pekerjaan, keluarga, dan istirahat.
·
Disiplin: Menjaga shalat tepat waktu serta
mengatur pola sahur dan berbuka dengan teratur.
· Refleksi
Diri: Melatih
menahan hal-hal yang halal sebagai fondasi untuk lebih kuat meninggalkan yang
haram.
Menutup
khutbahnya, Kepala KUA Taliabu Timur mengutip hadits Rasulullah SAW mengenai
orang-orang yang merugi karena hanya mendapatkan lapar dan dahaga tanpa esensi
spiritual.
Ia mengajak seluruh masyarakat Taliabu Timur untuk
memastikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna secara rohani daripada tahun-tahun
sebelumnya. "Jangan biarkan bulan ini hanya ramai dengan aktivitas fisik,
tetapi sepi dari kedalaman spiritual," pungkasnya.rf