Pancur
Batu, (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancur Batu memimpin rapat
koordinasi internal bersama para staf pada Rabu, 10 Desember 2025, bertempat di
Aula KUA Pancur Batu. Rapat ini dilaksanakan sebagai upaya memantapkan
pelayanan publik, menata langkah kerja akhir tahun, serta menyusun strategi
kerja menyongsong tahun 2026.
Dalam arahannya, Ka. KUA menegaskan
bahwa pelayanan keagamaan merupakan wajah Kementerian Agama di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, seluruh jajaran harus memberikan service excellent yang
profesional, ramah, cepat, dan berdampak. Arahan ini merupakan implementasi
dari Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya poin Layanan
Keagamaan yang Berdampak.
“Kualitas
layanan kita adalah ukuran keberhasilan kinerja. Setiap masyarakat yang datang
harus merasakan kehadiran negara melalui pelayanan yang humanis. Administrasi
harus tertib, komunikasi harus sopan, dan penyelesaian layanan harus tuntas,”
tegas Ka. KUA.
Ia
juga meminta seluruh staf meningkatkan disiplin, memperbaiki tata kelola
dokumen, mempercepat pelayanan pencatatan pernikahan, serta memastikan seluruh
instrumen layanan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP)
Kementerian Agama.
Memasuki
bulan Desember dan menjelang perayaan Natal, Ka. KUA memberikan pemaparan
khusus terkait Moderasi Beragama, salah satu program prioritas nasional
Kementerian Agama. Empat indikator utama moderasi—komitmen kebangsaan,
toleransi, anti kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal—menjadi
penekanan khusus dalam rapat.
“Natal
adalah momen kegembiraan bagi saudara-saudara kita umat Kristiani. Kehadiran
ASN Kemenag harus ikut menjaga ketenangan, kerukunan, dan suasana damai. Kita
mengedepankan dialog, empati, serta saling menghormati,” ujar Ka. KUA dalam
paparannya.
Beliau
menambahkan bahwa peran KUA bukan hanya sebatas layanan administrasi
pernikahan, melainkan juga agen pemersatu masyarakat lintas agama dan budaya di
tingkat kecamatan.
Dalam
refleksi akhir tahun, Ka. KUA menyinggung kondisi bangsa yang sedang menghadapi
berbagai bencana di beberapa daerah. Menurutnya, banyaknya musibah yang
menimbulkan duka dan air mata harus menjadi renungan bagi seluruh ASN agar
meningkatkan empati sosial serta memperbaiki kualitas pengabdian kepada
masyarakat.
“Bencana
di mana-mana mengingatkan kita bahwa hidup ini penuh ujian. Kita harus kembali
bermuhasabah, memperkuat spiritualitas, dan memperbaiki hubungan sosial. Tahun
2026 harus kita sambut dengan tekad baru untuk bekerja lebih baik, lebih tulus,
dan lebih berdampak,” ucapnya.
Ka.
KUA juga mengajak seluruh staf memperkuat solidaritas, mengutamakan pelayanan
kepada masyarakat yang membutuhkan, dan memperhatikan etika dalam menjalankan
tugas.
Rapat
koordinasi ini juga digunakan untuk membahas evaluasi kinerja tahun 2025,
termasuk pencapaian layanan nikah, bimbingan keluarga sakinah, pembinaan
kerukunan umat beragama, serta administrasi perkantoran. Seluruh staf diminta
memberikan laporan evaluatif dan paparan tantangan yang dihadapi selama tahun
berjalan.
Beberapa
agenda yang dirumuskan untuk tahun 2026 meliputi: peningkatan literasi layanan
digital KUA, penguatan program bimbingan pra nikah (Bimwin), kolaborasi lintas
tokoh agama dalam menjaga kerukunan, penyempurnaan SOP pelayanan berbasis
layanan berdampak, peningkatan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa.
Rapat
ditutup dengan penguatan komitmen seluruh staf untuk terus menjaga integritas,
memperbaiki etos kerja, serta menyatukan langkah mendukung seluruh program
prioritas Kementerian Agama.