Pulau Tello (Humas) β Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Pulau-Pulau Batu, Muhammad Agus Rifai, S.H., mengikuti Pelatihan Teknis Kepenghuluan yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan Medan secara daring pada Selasa (20/10/2026). Pelatihan yang berlangsung pada 20β22 Oktober 2026 ini menitikberatkan pada penguatan kemampuan public speaking bagi para penghulu sebagai bagian dari pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN). Keikutsertaan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme penghulu agar semakin komunikatif, humanis, dan efektif dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Pelatihan ini menempatkan kemampuan berbicara di depan publik sebagai kompetensi penting bagi penghulu yang berhadapan langsung dengan masyarakat dalam berbagai urusan keagamaan. Sebagai representasi Kementerian Agama di tengah umat, penghulu tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis kepenghuluan, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi, nasihat, dan edukasi keagamaan secara jelas serta mudah dipahami. Kemampuan komunikasi yang baik diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus membangun citra Kementerian Agama yang profesional, dekat, dan responsif terhadap kebutuhan umat.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan mengombinasikan dua model pembelajaran jarak jauh, yakni synchronous melalui interaksi langsung secara daring dan asynchronous melalui pembelajaran mandiri yang dapat diakses sesuai waktu yang ditentukan. Perpaduan kedua model tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk memperdalam materi sekaligus mengembangkan keterampilan komunikasi secara terarah. Melalui metode ini, para penghulu diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan menerapkan teknik public speaking dalam penyuluhan, bimbingan perkawinan, konsultasi keagamaan, serta pelayanan publik lainnya.
Kepala Balai Diklat Keagamaan Medan, Dr. H. Suhesti Wira Dharma, M.A., turut membuka kegiatan tersebut dan menyampaikan kebahagiaannya atas antusiasme para peserta dalam mengikuti pelatihan. Ia berharap kegiatan pengembangan kompetensi ini dapat melahirkan ASN yang semakin profesional, kompeten, dan mampu menjalankan tugas sesuai bidangnya. Peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut diharapkan turut memperkuat wajah Kementerian Agama yang semakin baik melalui pelayanan publik yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Muhammad Agus Rifai, S.H., menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut dan menilai kemampuan public speaking merupakan bekal penting bagi penghulu dalam menjalankan tugas pengabdian kepada umat. βPelatihan ini memberikan wawasan dan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemampuan komunikasi, sehingga setiap pesan dan bimbingan keagamaan dapat disampaikan dengan jelas, santun, dan mudah diterima masyarakat,β ungkapnya. Ia menegaskan bahwa kompetensi komunikasi yang semakin baik harus diwujudkan dalam pelayanan nyata, baik melalui konsultasi, bimbingan perkawinan, maupun penyampaian edukasi keagamaan yang mencerahkan.
Keikutsertaan penghulu KUA Pulau-Pulau Batu dalam pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kompetensi ASN sekaligus memperkuat mutu pelayanan keagamaan di wilayah Kepulauan Batu. Penguasaan public speaking diharapkan membantu penghulu membangun komunikasi dua arah, memahami kebutuhan masyarakat, dan menyampaikan solusi keagamaan secara tepat serta humanis. Dengan demikian, peningkatan kompetensi tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata yang menghadirkan pelayanan umat yang semakin profesional, terpercaya, dan berdampak.