Sidikalang, (Humas). Keterlibatan Majelis Taklim (MT) dalam kegiatan keagamaan dan seni Islami menjadi bagian penting dalam memperkuat pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat di Kecamatan Sidikalang. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Nasyid Rebana Tradisional Cabang Dewasa yang berlangsung di Gedung Nasional Sidikalang, Ahad (27/09/2026). Kegiatan yang diikuti 15 tim Majelis Taklim se-Kecamatan Sidikalang tersebut mendapat apresiasi dari Kepala KUA Sidikalang, Azan Sagala, S.Ag., MM. Menurutnya, kehadiran MT dalam kegiatan nasyid tidak sekadar menjadi wadah untuk menampilkan kreativitas, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, pembinaan, sekaligus menjaga keberlanjutan seni tradisional bernuansa Islami.
“Majelis Taklim memiliki peran yang strategis dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat. Kegiatan seperti nasyid rebana ini menjadi momentum untuk mempertemukan pembinaan keagamaan dengan pelestarian seni dan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat,” ujar Azan.
Ia menilai, kegiatan tersebut menunjukkan adanya keterlibatan berbagai stakeholder dan organisasi keagamaan, khususnya Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), dalam menghidupkan aktivitas Majelis Taklim secara lebih dinamis. Menurutnya, pembinaan tidak harus selalu berlangsung dalam bentuk pengajian, tetapi dapat dikembangkan melalui kegiatan yang edukatif, kreatif, dan membangun kebersamaan. “Ketika Majelis Taklim aktif, bukan hanya kegiatan pengajian yang tumbuh, tetapi juga silaturahmi, kreativitas, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman dan budaya. Ini yang perlu terus kita rawat bersama,” tambahnya.

Kepala KUA Sidikalang juga menyampaikan bahwa keberadaan MT perlu terus diarahkan menjadi bagian dari ekosistem pembinaan keagamaan masyarakat. Karena itu, sinergi antara KUA, BKMT, BKM, penyuluh agama, dan organisasi keagamaan lainnya dinilai penting untuk menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan jamaah.
Pelaksanaan Nasyid Rebana Tradisional Cabang Dewasa tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para anggota Majelis Taklim untuk menyalurkan bakat dan kreativitas. Sebanyak 15 tim dari berbagai MT di Kecamatan Sidikalang tampil dengan membawakan nasyid menggunakan instrumen rebana tradisional.
Menurut Azan, kegiatan seperti ini dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga agar Majelis Taklim tetap hidup, berkembang, dan memiliki daya tarik lintas generasi. “Pembinaan harus terus bergerak. Ketika kegiatan keagamaan dikemas dengan kreativitas dan kebersamaan, insyaallah Majelis Taklim akan semakin dekat dengan jamaah dan tetap relevan dalam kehidupan masyarakat,” pungkasnya. (syah)