Semarak Festival Budaya Islam di Salak, KUA dan Masyarakat Hidupkan Kecintaan pada Seni Bernuansa Islami

Salak, (Humas). Kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya bernuansa Islami kembali digaungkan melalui Festival Budaya Islam yang digelar KUA Kecamatan Salak bersama KUA Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kementerian Agama Kabupaten Pakpak Bharat. Kegiatan dipusatkan di Mushalla At-Taubah, Lae Trondi, Desa Boangmanalu, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, Sabtu (30/08).

Festival tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah bagi masyarakat untuk mengekspresikan kecintaan terhadap seni Islami. Sejumlah perlombaan turut memeriahkan kegiatan, di antaranya lomba tahtim bagi kaum bapak dan ibu serta lomba azan yang diikuti masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Salak dan sekitarnya.

Kepala KUA Kecamatan Salak yang juga bertindak sebagai Koordinator Panitia Festival Budaya Islam, H. Muhammad Zulpikar Harahap, S.H.I., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi momentum besar untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya Islam.

โ€œKegiatan ini menjadi salah satu ajang terbesar untuk mempererat silaturahmi masyarakat. Lebih dari sekadar perlombaan, festival ini menjadi ruang pembelajaran, sekaligus mengingatkan kita untuk terus mencintai dan melestarikan seni serta budaya yang bernuansa Islami,โ€ ujar Muhammad Zulpikar.


Menurutnya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi keberadaan Mushalla At-Taubah. Mushalla tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi salah satu percontohan rumah ibadah yang ramah bagi masyarakat dan musafir, khususnya bagi mereka yang melintas dan membutuhkan tempat untuk beristirahat maupun melaksanakan ibadah di kawasan Kota Salak.

โ€œKita ingin Mushalla At-Taubah tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi tempat yang memberikan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya para musafir yang ingin singgah, beristirahat dan melaksanakan salat ketika berada di Kota Salak,โ€ lanjutnya.

Muhammad Zulpikar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Festival Budaya Islam tersebut. Dukungan datang dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pakpak Bharat, Polres Pakpak Bharat, Badan Kemakmuran Mushalla (BKM) At-Taubah, serta para donatur dan masyarakat.

Ia menilai suksesnya kegiatan tersebut merupakan hasil dari semangat gotong royong berbagai pihak. โ€œKami mengucapkan terima kasih atas seluruh dukungan yang diberikan, baik dari Kementerian Agama Pakpak Bharat, Polres Pakpak Bharat, BKM, maupun seluruh donatur dan masyarakat. Semua bahu-membahu menyukseskan kegiatan ini. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi kekuatan untuk menghadirkan kegiatan-kegiatan keagamaan yang lebih besar ke depan,โ€ ungkapnya. 

Festival Budaya Islam tersebut sekaligus menunjukkan bahwa seni dan budaya Islami memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat. Melalui kegiatan seperti lomba tahtim dan azan, nilai-nilai keagamaan tidak hanya disampaikan melalui pembelajaran formal, tetapi juga dihidupkan melalui kebersamaan, kreativitas dan partisipasi masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda yang terus berkembang sehingga mampu memperkuat silaturahmi, kecintaan terhadap budaya Islam, serta semangat memakmurkan rumah ibadah di Kabupaten Pakpak Bharat. (ZUL/MHS)


Bagikan Artikel