Dalam forum tersebut, Kepala KUA Labuhan Ratu, H. Solihin Panji, hadir sebagai salah satu pemateri utama. Ia menyoroti urgensi transformasi fungsi masjid di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern. โMasjid perlu dikembalikan pada esensinya sebagai pusat pembinaan umat, bukan sekadar tempat ibadah ritual,โ ujar Solihin. Ia menegaskan bahwa revitalisasi BKM adalah kunci untuk menjadikan masjid aktif secara sosial, edukatif, dan bahkan ekonomis.
Solihin menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pengurus BKM, tokoh agama, dan masyarakat. Menurutnya, masjid bisa menjadi pusat solusi atas persoalan umat jika dikelola secara terarah dan responsif terhadap perkembangan zaman. โKita perlu mengembangkan program-program masjid yang relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini, seperti pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan syariah, atau pembinaan remaja masjid,โ paparnya dalam sesi diskusi.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Sesi tanya jawab dan diskusi kelompok berlangsung dinamis, membedah berbagai tantangan yang dihadapi pengurus masjid, mulai dari keterbatasan SDM, kurangnya partisipasi generasi muda, hingga perlunya regulasi yang adaptif.
Revitalisasi BKM di Lampung Timur menjadi titik tolak baru untuk membangun masjid sebagai simpul peradaban umat. Semangat transformasi ini diharapkan dapat menjalar hingga ke masjid-masjid di pelosok desa, membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.***(NL)