Pekanbaru (Humas) Kepala KUA Binawidya bersama para
penyuluh agama menggelar rapat strategis pada Senin siang, 20 April 2026, dalam
rangka penguatan program kepenyuluhan serta perencanaan penyusunan buku saku
keagamaan. Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi,
meningkatkan soliditas tim, serta memastikan program pembinaan keagamaan
berjalan terarah dan berkelanjutan di wilayah kerja Kecamatan Binawidya dan
Tuah Madani.
Dalam arahannya, Kepala KUA Binawidya menegaskan
bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan
keagamaan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan tugas pokok dan
fungsi (tupoksi) penyuluh harus dilaksanakan secara optimal, terukur, dan
berdampak nyata bagi peningkatan pemahaman serta pengamalan nilai-nilai
keagamaan.
Salah satu fokus utama yang dibahas dalam rapat
tersebut adalah program pembinaan remaja usia sekolah. Penyuluh agama
diharapkan secara aktif melakukan pembinaan keagamaan minimal di empat sekolah
dalam satu tahun, sebagai upaya preventif dalam membentuk karakter generasi
muda yang religius, berakhlak mulia, serta memiliki ketahanan moral di tengah
tantangan zaman.
Selain membahas program kepenyuluhan, rapat juga
menyoroti rencana strategis penyusunan Buku Saku Keagamaan KUA Binawidya. Buku
saku ini dirancang sebagai sumber informasi praktis dan referensi data
keagamaan yang valid dan terintegrasi di wilayah kerja KUA Binawidya dan Tuah
Madani. Adapun isi buku saku tersebut meliputi data rumah ibadah, pesantren,
madrasah, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), serta berbagai data keagamaan
lainnya yang relevan dan dibutuhkan masyarakat maupun pemangku kepentingan.
Dalam rapat tersebut ditetapkan bahwa Dr. Nurhadi
dipercaya sebagai ketua tim penyusunan buku saku keagamaan. Tim ini diharapkan
dapat bekerja secara sistematis dan kolaboratif dalam mengumpulkan,
memverifikasi, serta menyusun data secara akurat sehingga menghasilkan buku
yang berkualitas dan mudah digunakan.
Kepala KUA Binawidya menyampaikan harapannya agar
penyusunan buku saku keagamaan ini dapat diselesaikan pada tahun 2026.
Kehadiran buku ini nantinya diharapkan menjadi instrumen penting dalam
mendukung pelayanan publik, memudahkan akses informasi keagamaan, serta
membantu berbagai pihak dalam memperoleh data yang valid, tertata, dan
terpercaya mengenai potensi serta sarana keagamaan di wilayah Binawidya dan
Tuah Madani.
Rapat berlangsung dalam suasana penuh semangat
kebersamaan dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan
kepada masyarakat. Dengan perencanaan yang matang dan kerja sama yang solid,
KUA Binawidya optimistis seluruh program kepenyuluhan dan penyusunan buku saku
keagamaan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi
umat.YOY