Hari ini
kita telah memasuki hari ke-16 Ramadhan 1447 H. Tanpa terasa setengah lebih
perjalanan Ramadhan telah berlalu. Jika Ramadhan diibaratkan sebuah perjalanan,
maka kita sudah melewati pertengahan jalan. Jika Ramadhan diibaratkan sebuah
perlombaan, maka sekarang kita berada di fase akhir yang menentukan.
Masih ada
sekitar 14 hari tersisa sebelum Ramadhan meninggalkan kita.
Bayangkan
sebuah permainan yang sering dikenal dalam dunia hiburan modern, yaitu Shopping
Spree Challenge. Dalam permainan ini seseorang diberi waktu terbatas untuk
mengambil barang sebanyak mungkin dari sebuah toko besar. Semua barang boleh
diambil secara gratis, tetapi ada satu syarat: waktu yang diberikan sangat
singkat.
Orang yang
cerdas akan segera berlari, memilih barang yang paling berharga, dan
mengumpulkannya sebanyak mungkin sebelum waktu habis.
Jika kita
renungkan, Ramadhan sebenarnya adalah “Shopping Spree” spiritual bagi orang
beriman.
Allah
Subhanahu wa Ta’ala membuka pintu kesempatan yang luar biasa di bulan ini.
Rasulullah ﷺ bersabda:
Hadits ini
memberikan gambaran yang sangat jelas: Ramadhan adalah musim pahala. Kesempatan
kebaikan dibuka lebar-lebar, sementara penghalang-penghalangnya diperkecil.
Seolah-olah
Allah memberikan kesempatan besar kepada manusia untuk mengambil pahala
sebanyak mungkin.
Namun
seperti dalam setiap permainan, waktu selalu menjadi faktor penentu.
Hari ini
kita berada di hari ke-16, artinya waktu yang tersisa semakin sedikit. Jika
Ramadhan ini adalah sebuah game spiritual, maka sekarang kita sedang memasuki fase
akhir permainan.
Masih ada 14
hari untuk berburu pahala.
Masih ada
kesempatan memperbanyak amal.
Masih ada
peluang memperbaiki kekurangan ibadah di awal Ramadhan.
Jika
Ramadhan adalah “toko pahala”, maka rak-raknya masih penuh dengan berbagai
bentuk kebaikan.
Ada pahala
membaca Al-Qur’an. Rasulullah ﷺ bersabda:
Bayangkan
jika seseorang membaca satu juz Al-Qur’an dalam sehari. Berapa ribu huruf yang
ia baca? Berapa puluh ribu pahala yang ia kumpulkan? Dalam logika “game
Ramadhan”, Al-Qur’an adalah salah satu sumber poin terbesar.
Kemudian ada
pahala sedekah. Rasulullah ﷺ dikenal sebagai
manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi ketika bulan
Ramadhan. Hal ini diriwayatkan oleh Abdullah ibn Abbas dalam hadits yang
diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari.
Sedekah di
bulan Ramadhan bukan sekadar membantu orang lain, tetapi juga menjadi cara
cepat mengumpulkan pahala. Bahkan memberi makan orang yang berbuka puasa
memiliki keutamaan besar. Rasulullah ﷺ
bersabda:
Ini seperti
mendapatkan bonus pahala ganda.
Selain itu
ada pahala shalat malam. Rasulullah ﷺ
bersabda:
Ampunan dosa
adalah hadiah terbesar dalam “permainan Ramadhan”. Tidak ada yang lebih
berharga daripada kembali kepada Allah dengan hati yang bersih dari dosa.
Menariknya,
dalam “game Ramadhan” ini setiap orang bisa memilih strategi ibadahnya sendiri.
Ada yang memperbanyak tilawah Al-Qur’an. Ada yang fokus pada sedekah. Ada yang
memperkuat qiyamul lail. Ada yang memperbanyak dakwah dan membantu sesama.
Semua amal
itu seperti berbagai “barang berharga” yang tersedia dalam toko pahala
Ramadhan.
Namun ada
satu hal yang sering membuat manusia kalah dalam “permainan spiritual” ini: menunda.
Padahal waktu
Ramadhan berjalan sangat cepat.
Hari demi
hari berlalu tanpa terasa. Tiba-tiba kita sudah berada di pertengahan bulan.
Tiba-tiba kita akan sampai di akhir Ramadhan.
Karena itu,
hari ke-16 ini seharusnya menjadi titik kebangkitan kedua bagi kita.
Jika di awal
Ramadhan ibadah kita belum maksimal, maka sekaranglah saatnya memperbaiki. Jika
tilawah kita masih sedikit, perbanyaklah. Jika sedekah kita masih jarang,
mulailah. Jika shalat malam kita masih berat, paksa diri untuk bangun.
Bayangkan
jika Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir kita.
Apakah kita
rela keluar dari bulan ini dengan pahala yang sedikit?
Ataukah kita
ingin keluar dari Ramadhan dengan hati yang bersih, dosa yang diampuni, dan
pahala yang melimpah?
Masih ada 14
hari tersisa.
Masih ada
kesempatan untuk mengejar.
Masih ada
waktu untuk berubah.
Mari jadikan
sisa Ramadhan ini sebagai “Shopping Spree Pahala.”
Karena
ketika Ramadhan berakhir, satu hal yang pasti: kesempatan luar biasa ini tidak
akan kembali hingga tahun depan.
Dan tidak
ada yang bisa menjamin kita akan bertemu Ramadhan berikutnya.
Semoga Allah
menjadikan kita termasuk orang-orang yang cerdas memanfaatkan Ramadhan,
mengumpulkan pahala sebanyak mungkin, dan keluar dari bulan suci ini dengan
dosa yang diampuni serta hati yang dipenuhi cahaya iman.
Aamiin.