Sekampung (Humas KUA) โ Peran Penyuluh Agama Islam tidak hanya hadir dalam pembinaan kehidupan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sosial. Hal tersebut ditunjukkan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sekampung, Dewi Mutmainah, saat menghadiri Rembuk Stunting dan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Desa Mekarmulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Forkopimcam Sekampung, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader, serta berbagai unsur masyarakat Desa Mekarmulyo. Forum ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat komitmen dalam pencegahan stunting sekaligus menyerap aspirasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan desa.
Kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata keterlibatan penyuluh dalam mendukung program pemerintah melalui pendekatan keagamaan, keluarga, dan kemasyarakatan.
Dalam penyampaiannya, Dewi Mutmainah menegaskan bahwa keluarga memiliki posisi strategis dalam mencegah stunting. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk Penyuluh Agama Islam.
โPenyuluh Agama Islam memiliki ruang yang sangat luas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Melalui majelis taklim, pembinaan keluarga, pengajian, maupun kegiatan kemasyarakatan, kita dapat menyampaikan pentingnya pola asuh, kesehatan keluarga, kebersihan, dan perhatian terhadap tumbuh kembang anak,โ ujar Dewi.
Ia menjelaskan, pendekatan agama dapat menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga keluarga dan anak merupakan bagian dari tanggung jawab sekaligus amanah.
โAnak adalah amanah dari Allah SWT. Maka memberikan perhatian terhadap kesehatan, gizi, pendidikan, dan tumbuh kembang anak merupakan bagian dari ikhtiar kita dalam menjaga amanah tersebut,โ lanjutnya.
Dewi juga mengajak para orang tua untuk tidak mengabaikan masa pertumbuhan anak. Menurutnya, keluarga perlu membangun pola hidup sehat sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dalam konteks pembangunan desa, ia menilai Penyuluh Agama Islam dapat mengambil peran sebagai jembatan edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat, khususnya melalui pendekatan keagamaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
โPenyuluh tidak hanya menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga hadir untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Ketika ada persoalan stunting, ketahanan keluarga, maupun persoalan sosial lainnya, penyuluh harus ikut mengambil bagian sesuai dengan kapasitasnya,โ tegas Dewi.
Sementara itu, melalui Pra Musrenbangdes, masyarakat Desa Mekarmulyo diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai usulan dan kebutuhan pembangunan. Dewi berharap pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat pembangunan manusia.
โMari kita dorong pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Keluarga yang kuat, anak yang sehat, pendidikan yang baik, dan kehidupan keagamaan yang kuat merupakan modal penting bagi kemajuan desa,โ pungkasnya.
Keterlibatan Penyuluh Agama Islam dalam Rembuk Stunting dan Pra Musrenbangdes tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, penyuluh, tokoh agama, kader, dan masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang sehat, tangguh, dan berkualitas.
Dengan pendekatan keagamaan yang bersinergi dengan program pemerintah, Penyuluh Agama Islam diharapkan terus hadir di tengah masyarakat sebagai edukator, motivator, dan penggerak pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan kemaslahatan bersama.