PW. APRI Sumsel (Muara Enim), – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lembak mengadakan peringatan Isro’ wal mi’raj Nabi Muhammad 1447 H/2026 M dengan melibatkan majlis taklim binaan penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Lembak. Kamis, 22/01/2026 kegiatan dipusatkan di Al-Muzakir Desa Tapus Kecamatan Lembak yang dihadiri Kepala KUA Lembak, Uptd. Puskesmas Lembak, Uptd. PP & KB Lembak, Kepala Desa se-Kecamatan Lembak, Penyuluh Agama Islam KUA Lembak, Majlis Taklim se-Kecamatan Lembak, Mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dan masyarakat Desa Tapus.
Bustomi, SHI selaku Kepala KUA
Lembak pada saat sambutan menyampaikan bahwa majlis taklim kecamatan lembak
dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini banyak mengalami peningkatan baik
dari sisi jumlah jamaah maupun pemahaman nilai-nilai keagamaan anggotanya “Dengan
adanya majlis taklim yang merupakan
binaan langsung dari KUA Kecamatan Lembak melalui penyuluh Agama Islam, bukti
nyata kehadiran Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim ditengah-tengah
masyarakat dalam upaya pembinaan umat”. Tegas
bustomi.
Peringatan Isro’ wal mi’raj di Desa Tapus ini diisi
dengan zikir bersama dan tausiyah yang disampaikan Aisyah Putri Salsabilla
dengan tema utama “Peranan Orang Tua dalam menyikapi Generasi Z (Gen Z)”. “Gen Z” sumber yang didapat dari berbagai informasi merupakan generasi
yang lahir setelah generasi melinial umumnya lahir pada kisaran tahun 1997-2012 mereka tumbuh
dan besar bersama internet dan teknologi digital, dengan karakteristik utama antara lain : pertama digital
natives , terbiasa mengunakan tehnologi dalam segala hal, kedua kreatif dan
inovatif yang ditandai biasa mencari cara baru dalam menyelsaikan permasalahan
dan aktif mengeksplorasi diri, ketiga terbiasa
mandiri dan ambisus dan keempat terbuka terhadap perbedaan. Sementara itu sisi
negatifnya "Gen Z" antara lain : kecemasan tanpa sebab,
depresi akibat media sosial, mudah menyerah dan malas, kurangnya aktivitas
fisik yang menyebabkan obesitas dan penyakit jantung, serta perilaku minim etika
dan moral (kurang menghargai orang lain).
Sementara itu Kepala Desa Tapus
menyambut baik kesadaran warganya dalam memperdalam ilmu-ilmu Agama melalui
majlis taklim “Dengan adanya majlis taklim di Desa Tapus ini membawah kedamaian, jika
selama ini ibu-ibu hanya asyik bersenda gurau dan terkadang membicarakan aib
keluarga lain, namun dengan adanya majlis taklim ini merubah kebiasaan tersebut
menjadi perkumpulan yang bernilai pahala dengan jalan mendalami ilmu-ilmu Agama”. Ungkap Asanul.
Pada saat tausiyah Aisyah Putri Salsabilla menitik
beratkan peranan orang tua terhadap pembinaan “Gen Z” dan berkata “Orang tua
adalah sosok yang paling dekat dengan “Gen Z” oleh karena itu selaku orang tua
wajib memahami karakteristik anak “Gen Z” dengan jalan membangun relasi yang dekat, mendengarkan tanpa
menghakimi, dan menciptakan lingkungan aman di mana anak merasa dihargai dan
bisa terbuka terhadap permasalahan yang dihadapinya, membangun
relasi yang dekat, mendengarkan tanpa menghakimi, dan menciptakan lingkungan
aman di mana anak merasa dihargai dan bisa terbuka tentang masalahnya, termasuk
isu kesehatan mental, Menunjukkan empati, dan memberikan motivasi, dan memberi
solusi dalam menyelesaikan masalah, dan menumbuhkan rasa percaya diri anak”. Demikian
penggalan tausiyah Aisyah.
Diakhir tausiyah
dilakukan kuis berhadiah bagi lima orang ibu-ibu majlis taklim yang mampu
menyimak dengan sempurna isi tausiyah Aisyah Putri Salsabilla dengan cara
mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar tausiyah. (Md)