Penyuluh Agama Islam Sekampung Perkuat Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting di Mekarsari

Sekampung (Humas KUA) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sekampung, Riyadi, turut menghadiri sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan Rembuk Stunting dan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Desa Mekarsari, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang dihadiri Forkopimcam Sekampung, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader, serta berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan stunting sekaligus menyusun arah pembangunan desa yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Riyadi menyampaikan bahwa persoalan stunting tidak semata-mata menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan keluarga dan seluruh elemen masyarakat.

“Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak, sehingga perhatian terhadap kesehatan, gizi, pola asuh, kebersihan lingkungan, dan tumbuh kembang anak harus menjadi perhatian bersama,” ujar Riyadi.

Menurutnya, nilai-nilai agama juga memberikan landasan kuat bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan dan memenuhi hak anak. Anak merupakan amanah yang harus dijaga dan dipenuhi hak-haknya, termasuk hak untuk memperoleh kehidupan yang sehat dan tumbuh secara optimal.

Riyadi menambahkan, Penyuluh Agama Islam memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan maupun pembinaan keluarga.

“Kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan anak dan mencegah stunting merupakan bagian dari ikhtiar menjaga amanah Allah SWT. Karena itu, edukasi keagamaan harus berjalan beriringan dengan program pemerintah dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas,” jelasnya.

Selain membahas persoalan stunting, kegiatan Pra Musrenbangdes juga menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait berbagai kebutuhan dan prioritas pembangunan Desa Mekarsari.

Riyadi berharap pembangunan desa ke depan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan perhatian yang seimbang terhadap pembangunan sumber daya manusia, ketahanan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.

“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara utuh. Infrastruktur penting, tetapi membangun manusia juga jauh lebih penting. Ketika keluarga kuat, masyarakat sehat, dan generasi mendapatkan pendidikan serta pembinaan yang baik, insyaallah desa akan semakin maju dan berkualitas,” tuturnya.


Kegiatan Rembuk Stunting dan Pra Musrenbangdes Desa Mekarsari berlangsung dalam suasana partisipatif dan penuh kebersamaan. Kehadiran berbagai unsur masyarakat bersama Forkopimcam Sekampung diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan desa yang partisipatif, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, tenaga kesehatan, tokoh agama, dan seluruh pemangku kepentingan, upaya pencegahan stunting diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sekaligus melahirkan generasi Desa Mekarsari yang sehat, cerdas, berakhlak, dan berkualitas.

Bagikan Artikel