Penghulu KUA Naga Juang Sosialisasikan Bahaya Pernikahan Dini di SMAN 1 Naga Juang, Wujudkan Remaja Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

Naga Juang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Naga Juang melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bimbingan Remaja Usia Sekolah di SMAN 1 Naga Juang pada Jumat pagi pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepada generasi muda agar mampu menjaga diri, menyelesaikan pendidikan, meraih cita-cita, dan mempersiapkan masa depan sebagai generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan tersebut disambut baik oleh Kepala SMAN 1 Naga Juang, Dr. Sulhan Hamid, M.Pd. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran KUA Naga Juang yang memberikan edukasi kepada para siswa. โ€œKehadiran KUA Naga Juang ke sekolah ini untuk memberikan edukasi yang berguna dan bermanfaat untuk anak-anak sekalian,โ€ ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Penghulu KUA Naga Juang, Ilham Syahjalil, S.Ag., menyampaikan materi mengenai bahaya dan dampak pernikahan dini. Sebagai penghulu yang juga bertugas dalam pengawasan dan pencatatan pernikahan, ia menilai pentingnya memberikan pemahaman kepada remaja mengenai kesiapan dalam membangun rumah tangga serta berbagai konsekuensi yang dapat ditimbulkan dari pernikahan pada usia yang belum matang.

Dalam arahannya, Ilham Syahjalil mengajak para siswa untuk selalu menjaga diri dan menjauhi pergaulan bebas. Ia menjelaskan bahwa pergaulan yang bebas dan tidak sehat dapat menjadi salah satu faktor terjadinya pernikahan dini, termasuk akibat kehamilan di luar pernikahan. โ€œAnak-anak sekalian harus mampu menjaga diri dan memilih pergaulan yang baik. Jangan sampai pergaulan yang salah menghancurkan masa depan dan cita-cita yang sudah direncanakan,โ€ pesannya.

Ia juga menjelaskan bahwa pernikahan dini dapat memberikan berbagai dampak terhadap kehidupan remaja, salah satunya adalah terhambatnya pendidikan. Pernikahan pada usia sekolah berpotensi menyebabkan seseorang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan meraih cita-cita menjadi terbatas.

Selain berdampak terhadap pendidikan, pernikahan dini juga memiliki risiko terhadap kesehatan ibu dan bayi. Kehamilan pada usia yang masih terlalu muda dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu maupun anak. Di sisi lain, pernikahan pada usia muda juga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya perceraian dini karena pasangan belum memiliki kematangan secara emosional maupun kesiapan dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

Lebih lanjut, Penghulu KUA Naga Juang tersebut mengingatkan para siswa untuk menjauhi lingkungan yang buruk, menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak, serta menjauhi narkoba.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan prestasi. Jangan sampai teknologi justru menjadi pintu masuk bagi berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan generasi muda.

โ€œGunakan teknologi dengan bijak, jauhi narkoba, dan hindari lingkungan yang buruk. Masa depan bangsa ada di tangan generasi muda. Karena itu, persiapkan diri sebaik mungkin agar menjadi generasi yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,โ€ ungkapnya.

Kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para siswa mengenai pentingnya menjaga diri, membangun pergaulan yang sehat, fokus pada pendidikan, serta memiliki perencanaan masa depan yang baik.

Generasi muda yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan memiliki integritas merupakan modal penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Melalui sinergi antara sekolah, KUA, keluarga, dan masyarakat, diharapkan para remaja dapat tumbuh menjadi generasi yang mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.

Bagikan Artikel