Sumbul (Humas) – Dalam upaya menumbuhkan kecintaan
masyarakat terhadap Al-Qur’an serta memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah
kehidupan bermasyarakat, Penyuluh Agama Islam KUA STM Hilir, Muhammad
Salim, S.Ag., M.Si, Rahmat, S.H.I., M.Si, dan Masnilam, S.H,
melaksanakan kegiatan Khataman Al-Qur’an bersama ibu-ibu masyarakat Desa
Sumbul, Kecamatan STM Hilir (17/6).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan
tersebut diikuti oleh puluhan ibu-ibu majelis taklim dan masyarakat setempat
yang selama ini aktif mengikuti pembinaan keagamaan. Dengan semangat
kebersamaan, para peserta menyelesaikan pembacaan 30 juz Al-Qur’an yang
kemudian ditutup dengan doa khatmil Qur’an sebagai ungkapan syukur kepada Allah
SWT.
Acara ini menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan umat
yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA STM Hilir dalam rangka
meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di
tengah masyarakat.
Kepala KUA STM Hilir, Ibnuh Salim, S.H.I, dalam
sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para penyuluh agama dan
seluruh masyarakat Desa Sumbul yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam
memakmurkan kegiatan keagamaan.
“Al-Qur’an adalah petunjuk hidup yang harus senantiasa kita
dekatkan dengan kehidupan sehari-hari. Saya sangat mengapresiasi semangat
ibu-ibu Desa Sumbul yang terus istiqamah mengikuti kegiatan pembinaan
keagamaan. Khataman Al-Qur’an ini bukan hanya menjadi simbol selesainya bacaan
30 juz, tetapi juga menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kecintaan kita
kepada Al-Qur’an serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan keluarga dan
masyarakat,” ungkap Ibnuh Salim.
Beliau juga berharap kegiatan serupa dapat terus
dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga tercipta masyarakat yang
religius, harmonis, dan berakhlakul karimah.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA STM Hilir, Muhammad
Salim, S.Ag., M.Si, mewakili para penyuluh agama yang hadir, menyampaikan bahwa
kegiatan khataman Al-Qur’an merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam
membangun kesadaran spiritual masyarakat melalui pendekatan pembinaan yang
berkelanjutan.
“Kami merasa bersyukur dapat bersama-sama dengan masyarakat
Desa Sumbul melaksanakan khataman Al-Qur’an ini. Semangat ibu-ibu dalam membaca
dan mempelajari Al-Qur’an menjadi energi positif bagi kami sebagai penyuluh
agama untuk terus hadir memberikan pembinaan dan pendampingan keagamaan.
Harapan kami, Al-Qur’an tidak hanya dibaca ketika ada kegiatan tertentu, tetapi
menjadi sahabat dalam kehidupan sehari-hari, menjadi pedoman dalam mendidik
keluarga, dan menjadi sumber inspirasi dalam membangun masyarakat yang lebih
baik,” tutur Muhammad Salim.
Ia juga menegaskan bahwa para penyuluh agama akan terus
mendorong lahirnya kegiatan-kegiatan keagamaan yang mampu memperkuat literasi
Al-Qur’an serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Kegiatan khataman Al-Qur’an tersebut berlangsung dengan
penuh kehangatan dan kekeluargaan. Selain pembacaan doa khatmil Qur’an, para
peserta juga mengikuti tausiyah agama yang menekankan pentingnya menjadikan
Al-Qur’an sebagai sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, KUA STM Hilir bersama para Penyuluh
Agama Islam berharap semangat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an
terus tumbuh di tengah masyarakat. Khataman Al-Qur’an tidak hanya menjadi
kegiatan seremonial keagamaan, tetapi menjadi gerakan bersama dalam membentuk
generasi yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan
nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan sehari-hari.
"Khatam Bacaan, Menguatkan Keimanan; Menjadikan
Al-Qur’an sebagai Cahaya dalam Keluarga, Pedoman dalam Kehidupan, dan Pemersatu
dalam Masyarakat." (MR)