Kebaikan bukan hanya tentang melakukan sesuatu yang baik, tetapi juga tentang membuat orang lain merasakan kebaikan itu
Ada orang yang kita temui sebentar, tetapi kebaikannya kita
ingat bertahun-tahun.
Bukan karena ia memberi sesuatu yang mahal. Kadang hanya
karena ia membuat kita merasa diperhatikan.
Rasulullah ﷺ
adalah salah satu teladan dalam hal ini.
Suatu hari, Abu Hurairah رضي
الله عنه sedang dalam keadaan sangat
lapar. Rasulullah ﷺ
melihatnya dan tersenyum, seolah mengetahui apa yang sedang dirasakan Abu
Hurairah. Beliau kemudian mengajaknya masuk ke rumah.
Di sana terdapat semangkuk susu.
Rasulullah ﷺ
meminta Abu Hurairah memanggil Ahlus Suffah, para sahabat yang hidup dalam
keadaan sederhana dan tinggal di sekitar masjid.
Abu Hurairah sempat berpikir, bagaimana susu yang sedikit
itu akan cukup untuk mereka semua?
Namun ia tetap melaksanakan perintah Rasulullah ﷺ.
Satu demi satu mereka minum sampai kenyang. Setelah semuanya
selesai, Rasulullah ﷺ
melihat Abu Hurairah dan berkata, kurang lebih, bahwa kini tinggal mereka
berdua.
“Minumlah.”
Abu Hurairah pun minum.
“Minumlah.”
Ia minum lagi.
Begitu terus hingga Abu Hurairah merasa benar-benar kenyang.
Setelah itu barulah Rasulullah ﷺ
mengambil mangkuk tersebut dan meminum sisanya. Kisah ini diriwayatkan dalam Sahih
al-Bukhari 6452.
Sekilas, ini hanya kisah tentang semangkuk susu.
Tetapi mungkin bagi Abu Hurairah, yang paling berharga bukan
hanya susu itu.
Ia diperhatikan. Ia dipanggil. Ia ditemani. Ia
diperlakukan dengan hangat.
Ada kisah lain tentang Jarir bin Abdullah رضي الله عنه.
Ia berkata bahwa sejak masuk Islam, Rasulullah ﷺ
tidak pernah menghalanginya untuk menemui beliau, dan setiap kali melihatnya,
beliau tersenyum. Riwayat ini terdapat dalam Sahih al-Bukhari 3822.
Sebuah senyuman.
Sesuatu yang tampaknya sangat sederhana.
Namun Jarir mengingatnya.
Mungkin karena membuat orang merasa dihargai tidak selalu
membutuhkan sesuatu yang besar.
Kadang cukup dengan menyapa.
Mendengarkan.
Mengucapkan terima kasih.
Atau memberikan senyum ketika seseorang datang.
Di rumah, di tempat kerja, di tengah keluarga, bahkan kepada
orang yang setiap hari kita jumpai, perhatian kecil bisa memiliki arti yang
besar.
Sebab manusia mungkin lupa apa yang pernah kita berikan
kepadanya.
Tetapi sering kali mereka ingat bagaimana perasaan mereka
ketika berada di dekat kita.
Rasulullah ﷺ
mengajarkan sesuatu yang sederhana:
Kebaikan bukan hanya tentang melakukan sesuatu yang baik,
tetapi juga tentang membuat orang lain merasakan kebaikan itu.
(Ditulis oleh : Ahmad Khairudin - Penghulu KUA Batanghari)