Gunungsitoli Utara,
(Humas). Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunungsitoli
Utara, Novita Sari, S.Sos., menghadiri sekaligus mengisi kajian keagamaan dalam
kegiatan pengajian yang diselenggarakan oleh Majelis Taโlim Nurul Jannah
bersama Majelis Taโlim Al-Mukhlisin di Desa Olora, Jumat (07/08/2026). Kegiatan
tersebut dilaksanakan sebagai bentuk takziah atas wafatnya ibunda dari I.
Insyirah, serta menjadi momentum penguatan nilai-nilai keimanan bagi para
jamaah yang hadir. Kehadiran penyuluh agama dalam kegiatan ini merupakan bagian
dari peran aktif KUA dalam memberikan pembinaan dan pendampingan spiritual kepada
masyarakat, terutama dalam situasi duka.
Pengajian yang
dimulai pada pukul 14.00 WIB ini berlangsung dengan penuh khidmat dan suasana
haru. Kehadiran para jamaah dari kedua majelis taklim menunjukkan kepedulian
sosial dan solidaritas umat dalam menghadapi musibah. Selain sebagai bentuk
empati kepada keluarga yang berduka, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk
mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat Desa Olora. Antusiasme jamaah
terlihat dari kesungguhan mereka mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Dalam tausiahnya,
Novita Sari, S.Sos., mengajak seluruh jamaah untuk memaknai musibah sebagai
bagian dari ketetapan Allah SWT yang mengandung hikmah. Ia menekankan bahwa
setiap ujian kehidupan, termasuk kehilangan orang yang dicintai, merupakan pengingat
bagi manusia untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan penuh
kelembutan, ia mengingatkan pentingnya kesabaran, keikhlasan serta keyakinan
bahwa setiap yang hidup pasti akan kembali kepada-Nya. Pesan tersebut
disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh seluruh
lapisan jamaah.
Lebih lanjut, ia
juga mengajak jamaah untuk memperbanyak doa bagi almarhumah, memohonkan ampunan
serta tempat terbaik di sisi Allah SWT. Selain itu, ia menegaskan bahwa
mendoakan orang yang telah wafat merupakan bentuk bakti dan kasih sayang yang
tidak terputus. Momentum takziah ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas,
tetapi benar-benar menjadi sarana refleksi diri untuk memperbaiki amal dan
meningkatkan kualitas keimanan. Ia juga mengingatkan agar setiap individu
senantiasa mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat dengan memperbanyak
amal saleh.
Kegiatan pengajian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan secara khusyuk oleh seluruh jamaah. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian dan keimanan terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat. KUA Kecamatan Gunungsitoli Utara melalui para penyuluh agama akan terus hadir di tengah masyarakat sebagai pembimbing dan penguat spiritual, terutama dalam situasi-situasi penting seperti musibah dan duka cita. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bagian dari penguatan kehidupan beragama di tengah masyarakat. (DIH)