Gunungsitoli Utara, (Humas). Kantor Urusan
Agama (KUA) Kecamatan Gunungsitoli Utara kembali melaksanakan agenda krusial
dalam upaya menekan angka perselisihan rumah tangga melalui program Bimbingan
Perkawinan (Bimwin) Pra-Nikah. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (26/03) ini
diikuti oleh dua pasang calon pengantin (catin) yang tampak antusias menyerap
bekal ilmu sebagai persiapan memasuki bahtera rumah tangga yang kokoh dan
berlandaskan nilai-nilai agama.
Membuka sesi pertama, Kepala KUA
Gunungsitoli Utara, Amir Sidik Harefa, S.Pd.I, menyampaikan materi fundamental
mengenai visi "Keluarga Sakinah". Dalam paparannya, beliau menekankan
bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan hukum formal, melainkan mitsaqan
ghalizha (perjanjian yang kuat). Beliau mengajak para catin untuk membangun
komunikasi yang sehat serta memahami hak dan kewajiban masing-masing agar
tercipta ketenangan batin (sakinah), rasa cinta (mawaddah), dan
kasih sayang (warahmah).
Memasuki sesi kedua, aspek kesehatan
menjadi sorotan utama guna memastikan kesiapan fisik pasangan dalam membina
keluarga. Staf dari UPTD Puskesmas Gunungsitoli Utara hadir langsung untuk
melakukan skrining kesehatan sekaligus memberikan edukasi mengenai kesehatan
reproduksi dan pencegahan stunting. Langkah preventif ini sejalan dengan
program nasional dalam melahirkan generasi masa depan yang sehat dan
berkualitas melalui perencanaan keluarga yang matang sejak dini.
Selanjutnya, materi mengenai adab hubungan suami-istri disampaikan oleh Penghulu KUA Gunungsitoli Utara, Dafiq Iman Hakim MS, S.H. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa hubungan intim dalam Islam bukan sekadar pemuasan biologis, melainkan ibadah yang memiliki tata krama (adab). Mulai dari pentingnya doa, menjaga kebersihan diri, hingga larangan-larangan syar'i yang wajib dihindari demi menjaga keberkahan dan keridaan Allah SWT dalam hubungan privat pasangan.
Sebagai penutup rangkaian agenda,
para calon pengantin menjalani sesi praktik simulasi ijab kabul. Sesi ini
bertujuan agar para calon mempelai pria dapat melaksanakan prosesi sakral
tersebut dengan lancar dan penuh khidmat pada hari H nanti. Melalui pembekalan
komprehensif ini, KUA Gunungsitoli Utara berharap setiap pasangan tidak hanya
siap secara administrasi, namun juga siap secara mental, fisik, dan spiritual
untuk menjadi teladan di tengah masyarakat. (DIH)