Manasik Haji Akbar Digelar di TWI Sitinjo, KUA Sidikalang Tekankan Kesiapan Fisik dan Batin Jamaah

Sidikalang, (Humas). Pelaksanaan Manasik Haji Akbar menjadi momentum bagi jamaah calon haji di Kabupaten Dairi, termasuk jamaah dari Kecamatan Sidikalang, untuk meningkatkan kesiapan menghadapi rangkaian ibadah haji. Kegiatan yang berlangsung di Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo, Senin (28/09/2026), diikuti jamaah calon haji dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Dairi.

Kepala KUA Sidikalang, Azan Sagala, S.Ag., MM., yang turut mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan pentingnya keseriusan jamaah dalam mengikuti setiap rangkaian manasik. Menurutnya, manasik bukan sekadar kegiatan pembelajaran teknis tentang pelaksanaan ibadah haji, tetapi menjadi ruang untuk mempersiapkan pengetahuan, mental, fisik, dan spiritual jamaah. “Jamaah harus serius mengikuti manasik. Ilmu tentang tata cara ibadah haji perlu dipahami dengan baik agar ketika berada di Tanah Suci, jamaah memiliki bekal yang cukup dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah,” ujar Azan.

Ia juga mengingatkan jamaah agar mempersiapkan kekuatan fisik dan batin secara seimbang. Menurutnya, ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik karena terdapat berbagai rangkaian kegiatan yang memerlukan stamina, sementara kekuatan batin diperlukan agar jamaah mampu menjaga kesabaran, ketenangan, dan keikhlasan selama menjalankan ibadah.

“Persiapan haji bukan hanya soal fisik. Hati dan mental juga harus dipersiapkan. Banyak hal yang akan ditemui selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah. Karena itu, kesabaran, kedisiplinan, dan kesiapan spiritual menjadi bagian penting dari bekal jamaah,” tambahnya.

Manasik Haji Akbar tersebut diikuti oleh jamaah calon haji dari kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Dairi. Kegiatan dirancang sebagai bagian dari penguatan pemahaman jamaah terhadap tata cara pelaksanaan ibadah haji sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih aplikatif. 



Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Dairi, Dr. H. Muhammad Sanif, S.H.I., M.Ag., yang sekaligus terlibat sebagai bagian dari tim instruktur dan pembimbing ibadah. Kehadiran tim pembimbing menjadi bagian penting dalam memberikan arahan kepada jamaah terkait teknis maupun pemahaman pelaksanaan ibadah haji.

Kepala KUA Sidikalang menambahkan, jamaah calon haji perlu memanfaatkan seluruh kesempatan manasik untuk bertanya dan memperdalam hal-hal yang belum dipahami. Menurutnya, semakin baik pemahaman jamaah sebelum keberangkatan, semakin siap pula mereka menghadapi berbagai situasi selama berada di Tanah Suci.

Pelaksanaan manasik di TWI Sitinjo juga menjadi ruang silaturahmi bagi jamaah calon haji dari berbagai kecamatan di Kabupaten Dairi. Kebersamaan tersebut diharapkan dapat membangun kekompakan dan saling membantu di antara jamaah selama proses persiapan hingga pelaksanaan ibadah haji.

Melalui Manasik Haji Akbar, KUA Sidikalang mendorong jamaah calon haji untuk menjadikan setiap tahapan persiapan sebagai bagian dari proses membangun kesiapan secara utuh. Bekal ilmu, kesehatan fisik, ketenangan batin, serta kesiapan mental menjadi modal penting agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tertib, sabar, dan penuh penghayatan. (syah)

Bagikan Artikel