Rokan Hulu (Humas) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ujungbatu melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi lima pasang calon pengantin (catin), Selasa (22/9/2026), sebagai upaya membekali calon pasangan suami istri dengan pengetahuan, pemahaman, dan kesiapan dalam membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis sesuai tuntunan agama.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut dipandu oleh Kepala KUA Kecamatan Ujungbatu, Ari Yusmanto bersama Jhony Rangkutydan Khalil Khairi, Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya komunikasi, saling memahami, tanggung jawab suami istri, serta nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi dalam membangun keluarga.
Kepala KUA Ujungbatu, Ari Yusmanto, menyampaikan bahwa Bimwin bukan sekadar kegiatan administratif sebelum pernikahan, tetapi menjadi ruang penting bagi calon pengantin untuk mempersiapkan diri secara pengetahuan dan mental sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
“Pernikahan bukan hanya menyatukan dua orang, tetapi juga menyatukan dua karakter, dua keluarga, dan berbagai latar belakang. Karena itu, calon pengantin perlu memiliki pemahaman, kesiapan, serta komitmen untuk saling menghargai dan menjalankan tanggung jawab dalam rumah tangga,” ujar Ari.
Ia menambahkan, kehidupan rumah tangga tentu tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Karena itu, pasangan suami istri perlu membangun komunikasi yang baik, mengedepankan musyawarah, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menyelesaikan persoalan.
“Harapan kami, melalui Bimwin ini para calon pengantin semakin siap membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Ketika ada persoalan dalam rumah tangga, jangan mudah menyerah, tetapi hadapi dengan komunikasi, kesabaran, tanggung jawab, dan tuntunan agama,” lanjutnya.
Dalam pembekalan, peserta juga diberikan motivasi untuk memahami hak dan kewajiban masing-masing dalam kehidupan berumah tangga. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi pasangan dalam membangun hubungan yang saling menghormati, penuh kasih sayang, dan bertanggung jawab.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh kekeluargaan. Para calon pengantin mengikuti setiap materi dengan antusias sebagai bagian dari persiapan menuju kehidupan baru sebagai pasangan suami istri.
Kegiatan kemudian ditutup dengan “Tepuk Sakinah” yang diikuti seluruh peserta. Tepuk Sakinah menjadi simbol semangat dan doa agar kelima pasangan calon pengantin mampu membangun rumah tangga yang harmonis, penuh keberkahan, serta menjadi keluarga yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.