KUA Tuhemberua Ikuti SERASI #11, Perkuat Integritas dan Etika untuk Perekat Umat

Tuhemberua (Humas). Di tengah dinamika bangsa yang terus berkembang, integritas dan etika bukan sekadar wacana, melainkan fondasi penting dalam membangun pribadi dan aparatur yang profesional, inovatif, serta humanis. Semangat tersebut menjadi perhatian Penghulu KUA Tuhemberua, Betha Nugraha Pratama, S.Sos., saat mengikuti Webinar SERASI Seri 11 secara daring, Kamis (20/08).

Webinar yang mengusung tema “Setia Merah Putih: Selaras Etika, Teguh Integritas, Merawat Harmoni, Perekat Umat yang Tangguh, Inovatif, dan Humanis” ini diselenggarakan oleh Pusbangkom MKMB. Kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas bagi peserta untuk memahami pentingnya etika dan integritas dalam menjalankan tugas sekaligus membangun harmoni di tengah keberagaman masyarakat.

Webinar diawali dengan keynote speaker oleh Musyarrafah Amin, S.Sos., M.Si., Kepala Pusbangkom MKMB. Dalam arahannya, ditekankan bahwa integritas dan etika merupakan nilai fundamental yang harus melekat dalam setiap pelaksanaan tugas. Keduanya menjadi landasan dalam membangun kepercayaan publik serta menghadirkan pelayanan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber berkompeten. Narasumber pertama, Dr. Andi Pangeran, S.E., M.M., Senior Konsultan PT Filosofi Vidia Ekadanta Adikara, membagikan perspektif dan wawasan mengenai pentingnya membangun karakter yang berintegritas serta mampu beradaptasi dengan tuntutan perubahan zaman.

Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Amik Tri Istiami, S.Pd., M.M., Widyaiswara Ahli Madya Pusbangkom MKMB, turut memperkaya pembahasan melalui materi yang menekankan penguatan etika, profesionalisme, dan nilai-nilai humanis dalam pelaksanaan tugas.

Keikutsertaan Betha Nugraha Pratama dalam webinar tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan sebagai Penghulu. Pengetahuan dan nilai yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam menjalankan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan keagamaan yang profesional, berintegritas, humanis, serta mampu merawat harmoni di tengah keberagaman.

Melalui semangat “Setia Merah Putih”, integritas dijaga, etika diteguhkan, dan harmoni terus dirawat. Sebab, menjadi perekat umat bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi juga tentang menghadirkan keteladanan, membangun kepercayaan, dan menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan kehidupan masyarakat yang rukun dan damai. (MHS/BNP)

Bagikan Artikel