Tuhemberua (Humas). Menulis di media online bukan sekadar merangkai kata, tetapi bagaimana sebuah informasi dapat dikemas menjadi berita yang menarik, mudah dipahami, dan memiliki nilai bagi pembaca. Semangat meningkatkan kemampuan tersebut mendorong Kantor Urusan Agama (KUA) Tuhemberua melalui Penghulu Ahli Pertama, Betha Nugraha Pratama, S.Sos., mengikuti kegiatan GASPOL (Gagasan Asyik Seputar Penulisan Online) yang membahas “Pelatihan Menulis untuk Media Online" secara daring, Kamis (24/9).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bimas Buddha Kementerian Agama RI tersebut menjadi ruang belajar untuk meningkatkan keterampilan aparatur dalam menghasilkan tulisan yang sesuai dengan karakteristik media online. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat membuat kemampuan menulis menjadi salah satu kompetensi penting dalam mendukung penyebarluasan informasi kelembagaan kepada masyarakat.
Sebagai keynote speaker, Drs. Supriyadi, M.Pd., dari Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, memberikan penguatan mengenai pentingnya kemampuan komunikasi dan publikasi di era digital. Menurutnya, penyampaian informasi melalui media online perlu dilakukan secara efektif agar berbagai program dan layanan Kementerian Agama dapat diketahui serta dipahami oleh masyarakat secara lebih luas.
Sementara itu, materi pelatihan disampaikan oleh Abdul Khakim, M.I.Kom., Pemimpin Redaksi Erakini.id. Dengan pengalaman di dunia jurnalistik dan media online, narasumber membagikan berbagai wawasan mengenai teknik menulis berita yang menarik, mulai dari menemukan ide, menentukan sudut pandang, menyusun judul, membuat lead yang kuat, hingga mengembangkan informasi menjadi tulisan yang memiliki nilai berita.
Pelatihan tersebut juga menekankan bahwa tulisan untuk media online memiliki karakter tersendiri. Judul harus mampu menarik perhatian tanpa meninggalkan substansi, paragraf perlu disusun secara ringkas dan efektif, sementara informasi utama harus disampaikan dengan bahasa yang jelas agar pembaca dapat menangkap pesan sejak awal.
Kegiatan GASPOL turut dipandu oleh Budiyono, S.Kom., M.Pd.B., Pranata Humas Ahli Madya Ditjen Bimas Buddha, selaku moderator. Diskusi berlangsung sebagai ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai tantangan penulisan di tengah perubahan pola masyarakat dalam mengakses informasi melalui berbagai platform digital.
Bagi KUA Tuhemberua, keikutsertaan Betha Nugraha Pratama dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan informasi dan publikasi kelembagaan. Kemampuan menulis yang semakin baik diharapkan dapat mendukung penyajian berbagai aktivitas, program, layanan, serta informasi keagamaan KUA secara lebih menarik, informatif, dan mudah diakses masyarakat.
Melalui semangat GASPOL—Gagasan Asyik Seputar Penulisan Online— KUA Tuhemberua terus mendorong lahirnya konten yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu membangun kedekatan dengan masyarakat. Sebab, di era digital, tulisan yang baik bukan hanya menyampaikan apa yang dilakukan lembaga, tetapi juga membantu masyarakat memahami manfaat kehadiran dan pelayanan KUA. (MHS/BNP)