KUA Tuhemberua Belajar Bikin Konten Layanan Publik Lebih Stand Out dan Relatable

Tuhemberua (Humas). Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan menyampaikan pesan layanan publik secara kreatif menjadi kebutuhan penting bagi insan humas. Tidak hanya dituntut menyajikan informasi yang akurat, humas juga perlu mampu mengemas pesan agar menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Semangat inilah yang mendorong KUA Tuhemberua yang diikuti oleh Betha Nugraha Pratama, S.Sos mengikuti kegiatan Humas Level Up #14 dengan tema β€œGov-Creator Starter Pack: Bikin Konten Layanan Makin Stand Out dan Relatable" secara daring, Jumat (28/08).

Kegiatan tersebut menghadirkan Amirul Ikhsan, Pranata Humas Kementerian Agama RI, sebagai moderator. Sementara itu, materi disampaikan oleh empat narasumber yang memiliki pengalaman dalam dunia komunikasi digital dan pembuatan konten, yakni Hery Setiawan, Muh. Murdiwan, Rusman, dan Maulidya Ekasary, yang merupakan ASN Guru Kementerian Agama sekaligus content creator. Kehadiran para narasumber memberikan warna tersendiri dalam kegiatan, terutama dalam berbagi pengalaman praktis mengembangkan konten yang komunikatif dan memiliki daya tarik.

Pada sesi ini, peserta diajak memahami bahwa membuat konten layanan publik bukan sekadar persoalan mengambil gambar, membuat desain, atau mengikuti tren media sosial. Lebih dari itu, sebuah konten harus memiliki tujuan dan pesan yang jelas. Informasi yang disampaikan perlu dikemas dengan alur yang sederhana, bahasa yang dekat dengan masyarakat, serta visual yang mampu menarik perhatian tanpa menghilangkan substansi layanan publik.

Para peserta juga diajak mengulik fondasi menjadi seorang government creator atau gov-creato, yaitu bagaimana mengubah informasi pemerintahan yang terkadang bersifat formal menjadi konten yang lebih ringan, humanis, dan mudah dicerna. Kreativitas menjadi salah satu kunci agar informasi tidak berhenti sebagai teks atau pengumuman, tetapi dapat hadir dalam bentuk cerita yang mampu membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah.

Bagi KUA Kecamatan Tuhemberua, pembelajaran tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat peran kehumasan di tengah transformasi komunikasi digital. Informasi mengenai layanan KUA, kegiatan keagamaan, program Kementerian Agama, maupun berbagai aktivitas pelayanan masyarakat perlu disampaikan dengan cara yang lebih adaptif. Dengan kemasan yang menarik dan bahasa yang relatable, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh informasi sekaligus memahami berbagai layanan yang tersedia.

Keikutsertaan dalam Humas Level Up #14 juga menjadi ruang bagi KUA Tuhemberua untuk terus mengembangkan kemampuan dalam mengelola media sosial dan publikasi. Setiap kegiatan yang dilaksanakan bukan hanya menjadi dokumentasi, tetapi dapat diolah menjadi sebuah cerita yang memiliki nilai informasi dan inspirasi. Dengan demikian, kehumasan tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi wajah lembaga yang membangun komunikasi positif dengan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Tuhemberua berkomitmen untuk terus menghadirkan konten layanan publik yang informatif, kreatif, humanis, dan berdampak. Sebab di era digital, pesan yang baik membutuhkan cara penyampaian yang tepat. Dari sebuah informasi, lahir sebuah cerita; dari sebuah cerita, tumbuh kedekatan; dan dari kedekatan itulah kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik dapat terus dibangun. (MHS/BNP)

Bagikan Artikel