KUA Simanindo Perkuat Pembinaan BKM Al-Ikhlas Jelang Pelantikan

Simanindo (Humas) β€” Kantor urusan agama ( KUA ) Simanindo menerima kunjungan Imam Arjuna Prawira, selaku utusan badan kesejahteraan masjid (BKM) Al-Ikhlas Tuktuk Siadong, yang datang untuk melakukan koordinasi sekaligus memohon arahan dan bimbingan terkait persiapan pelantikan kepengurusan BKM Al-Ikhlas periode 2026–2030, Selasa (29 /9 /2026). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Simanindo, Imamsyah, S.H., bersama penata layanan operasional  (PLO ) KUA Simanindo, Erwansyah, S.Pd.I., Koordinasi ini menjadi bagian dari pembinaan kehidupan keagamaan yang dilakukan KUA Simanindo, khususnya dalam bidang kemasjidan, sekaligus sebagai bentuk pendampingan kepada pengurus masjid agar pelaksanaan amanah kepengurusan dapat dipersiapkan dengan baik dan dijalankan secara tertib, kompak, serta berorientasi pada kemakmuran masjid dan kemaslahatan jamaah. (Kamis, 30 September 2026 )

Dalam koordinasi tersebut, Imam Arjuna Prawira menyampaikan rencana pelantikan kepengurusan BKM Al-Ikhlas periode 2026–2030 yang direncanakan dilaksanakan pada Kamis, 1 Oktober 2026, bertempat di Masjid Al-Ikhlas Tuktuk Siadong. Koordinasi dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan kegiatan sekaligus memperoleh arahan terkait tugas dan tanggung jawab kepengurusan setelah pelantikan. KUA Simanindo menyambut baik langkah tersebut sebagai bentuk keseriusan pengurus dalam mempersiapkan amanah baru sekaligus membangun komunikasi sejak awal agar pengelolaan dan kegiatan kemasjidan dapat berjalan secara terarah, tertib, dan memberikan manfaat bagi jamaah.

Imamsyah menyampaikan bahwa pembinaan kemasjidan merupakan salah satu bagian penting dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat yang terus dilakukan KUA Simanindo. Menurutnya, BKM memiliki peran strategis dalam menghidupkan fungsi masjid, bukan hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan, kegiatan sosial, dan penguatan ukhuwah. β€œBKM adalah amanah. Karena itu, kepengurusan yang baru harus dibangun dengan niat ibadah, keikhlasan dan kebersamaan. Mari kita jadikan Masjid Al-Ikhlas bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, tempat anak-anak belajar agama, generasi muda tumbuh dengan nilai-nilai Islam, serta tempat masyarakat memperkuat silaturahmi,” ujar Imamsyah.

Lebih lanjut, Imamsyah memberikan motivasi kepada pengurus agar menjalankan kepengurusan periode 2026–2030 dengan semangat pengabdian dan tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan. Menurutnya, setiap unsur pengurus memiliki peran yang saling melengkapi sehingga diperlukan kekompakan, komunikasi, dan musyawarah dalam menjalankan berbagai program. β€œJangan merasa bekerja sendiri. BKM harus menjadi satu tim yang saling menguatkan. Mulailah dari hal-hal sederhana, tetapi dilakukan dengan ikhlas dan konsisten. Insyaallah, dengan kebersamaan antara pengurus dan jamaah, Masjid Al-Ikhlas akan semakin makmur dan keberadaannya semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

KUA Simanindo terus mendorong agar kepengurusan BKM Al-Ikhlas mampu menyusun dan melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan jamaah serta memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kehidupan keagamaan. Pengurus diharapkan dapat menghidupkan kegiatan salat berjamaah, pengajian, pembinaan anak dan generasi muda, kegiatan sosial, serta berbagai aktivitas keagamaan lainnya secara berkesinambungan. Pembinaan dan koordinasi yang dilakukan sebelum pelantikan menjadi langkah awal untuk membangun kepengurusan yang memiliki arah kerja yang jelas dan mampu menjaga kepercayaan jamaah. KUA Simanindo juga siap memberikan arahan dan bimbingan sesuai dengan tugas dan fungsi pembinaan kehidupan keagamaan, khususnya dalam penguatan kemasjidan.

Melalui koordinasi tersebut, KUA Simanindo berharap pelantikan BKM Al-Ikhlas periode 2026–2030 yang direncanakan pada Kamis, 1 Oktober 2026, di Masjid Al-Ikhlas Tuktuk Siadong, dapat menjadi momentum lahirnya semangat baru dalam memakmurkan masjid. Kepengurusan yang dipimpin Suhendri sebagai Ketua, Zainul Mustofa sebagai Sekretaris, Imam Arjuna Prawira sebagai Bendahara, serta jajaran seksi lainnya diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kebersamaan jamaah, dan menghadirkan program keagamaan yang bermanfaat. Kehadiran KUA Simanindo dalam proses pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui penguatan kehidupan keagamaan dan kemasjidan, sehingga nilai Kemenag Berdampak dapat diwujudkan melalui pelayanan dan pembinaan yang nyata, dekat, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (ER)

Bagikan Artikel