KUA Sidikalang Sampaikan Penguatan Tasamuh dan Empat Pilar Keluarga Sakinah bagi Catin

Sidikalang, (Humas). Penguatan pemahaman keagamaan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon pengantin (catin) membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Sidikalang, Sawal Dabutar, S.Sos.I, saat memberikan materi Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Terpadu kepada pasangan calon pengantin Edishaputra Berasa dan Tina Berutu, di Balai Nikah KUA Sidikalang, Selasa (29/09/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sawal menyampaikan materi mengenai tasamuh atau sikap toleransi serta empat pilar yang menjadi fondasi dalam membangun keluarga sakinah. Menurutnya, kehidupan rumah tangga tidak hanya membutuhkan kesiapan administratif dan ekonomi, tetapi juga kematangan pengetahuan keagamaan, kemampuan memahami perbedaan, serta kesediaan membangun komunikasi yang sehat antara suami dan istri.

โ€œTasamuh dalam keluarga diperlukan agar setiap pasangan mampu menghargai perbedaan, mengedepankan komunikasi, dan tidak mudah menjadikan perbedaan sebagai sumber konflik. Keluarga sakinah dibangun melalui sikap saling memahami, menghormati, dan menjalankan tanggung jawab bersama,โ€ ujar Sawal. Ia menjelaskan, empat pilar keluarga sakinah perlu dipahami sebagai fondasi yang saling berkaitan dalam kehidupan rumah tangga. Pilar tersebut mencakup hubungan berpasangan, janji atau komitmen perkawinan, memperlakukan pasangan dengan baik, serta musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan keluarga.



Sementara itu, Kepala KUA Sidikalang, Azan Sagala, S.Ag., MM, menegaskan bahwa materi Bimwin yang beragam dan berkesinambungan menjadi bagian penting dalam meningkatkan pengetahuan calon pengantin. Menurutnya, semakin luas pemahaman yang diperoleh catin, semakin kuat pula bekal mereka dalam menghadapi dinamika kehidupan keluarga. โ€œBimwin tidak cukup hanya membahas aspek perkawinan secara administratif. Catin perlu mendapatkan pengetahuan yang beragam, berkesinambungan, dan dekat dengan realitas kehidupan rumah tangga. Dengan demikian, mereka memiliki bekal untuk membangun keluarga yang kokoh dan mampu menghadapi perbedaan secara dewasa,โ€ tegasnya.

Azan menambahkan, KUA Sidikalang akan terus mengoptimalkan layanan bimbingan bagi calon pengantin melalui materi yang menyentuh aspek keagamaan, psikologis, sosial, kesehatan, ekonomi keluarga, serta penguatan relasi pasangan. Upaya tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan keagamaan yang tidak berhenti pada proses pencatatan perkawinan, tetapi memberikan dampak nyata bagi ketahanan keluarga.

Melalui Bimwin Terpadu, KUA Sidikalang mendorong calon pengantin untuk menjadikan perkawinan sebagai komitmen bersama dalam membangun keluarga yang sakinah, penuh kasih sayang, saling menghormati, dan mampu menghadirkan kemaslahatan bagi anggota keluarga maupun lingkungan sosial. (syah)

Bagikan Artikel