KUA Sidikalang Jadikan Lomba Tahtim sebagai Momentum Galakkan Kefasihan Tajwid Al-Qur’an

Sidikalang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang menjadikan lomba Tahtim Kaum Bapak dan generasi muda sebagai momentum untuk menggalakkan kefasihan membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat pembinaan bacaan secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Kepala KUA Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., M.M., saat memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Maulid Salak dan Sitellu Tali Urang Julu (STTU Julu), Ahad (30/8). Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki nilai strategis dalam membangun kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

H. Abdul Yajid Lingga menyampaikan bahwa lomba Tahtim tidak semata-mata harus dipandang sebagai ajang kompetisi untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membiasakan masyarakat membaca Al-Qur’an dengan memperhatikan ketepatan makhraj, hukum bacaan, dan penerapan ilmu tajwid. “Kompetisi hendaknya menjadi pemantik agar pembinaan bacaan Al-Qur’an terus berjalan, bukan hanya ketika akan mengikuti perlombaan,” ujarnya.

Ia menilai keterlibatan kaum bapak dalam kegiatan Tahtim memiliki pesan penting bagi keberlangsungan tradisi membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat. Kaum bapak diharapkan dapat menjadi teladan bagi keluarga dalam membangun kebiasaan membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Keteladanan tersebut sekaligus dapat mendorong generasi muda untuk melihat bahwa aktivitas membaca Al-Qur’an merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Menurut Kepala KUA Sidikalang, pembinaan kefasihan Al-Qur’an membutuhkan proses yang konsisten dan berkelanjutan. Kesalahan dalam pelafalan maupun penerapan tajwid perlu diperbaiki melalui proses belajar yang terus-menerus dengan bimbingan guru atau pembina yang kompeten. Karena itu, kegiatan festival dan perlombaan diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat pembinaan Al-Qur’an di tingkat keluarga, lingkungan, majelis taklim, masjid, maupun kelompok pengajian.

Dalam kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Sidikalang juga turut mengambil bagian dalam mendukung pelaksanaan perlombaan melalui keterlibatan sebagai tim dewan hakim. Penghulu KUA Sidikalang, M. Hisyamsyah Dani, S.H., dipercaya menjadi bagian dari tim yang melakukan penilaian terhadap penampilan peserta. Kehadiran KUA sebagai dewan hakim menjadi bentuk kontribusi dalam memastikan proses perlombaan berlangsung secara objektif, profesional, dan sesuai dengan ketentuan penilaian yang ditetapkan. 



M. Hisyamsyah Dani bersama tim dewan hakim melakukan penilaian terhadap 12 tim terbaik yang berpartisipasi dalam lomba Tahtim. Penilaian dilakukan dengan memperhatikan aspek-aspek kemampuan membaca Al-Qur’an, termasuk kefasihan, ketepatan tajwid, makhraj, serta kekompakan peserta dalam pelaksanaan Tahtim. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa tradisi pembacaan Al-Qur’an masih memiliki tempat yang kuat dalam kehidupan masyarakat.

KUA Sidikalang mengapresiasi penyelenggara dan seluruh peserta yang telah menjadikan Festival Maulid sebagai ruang untuk memperkuat syiar Islam melalui seni, tradisi, dan pembinaan keagamaan. Kegiatan seperti ini dinilai mampu mempertemukan unsur masyarakat, tokoh agama, generasi muda, dan lembaga keagamaan dalam satu semangat membangun kehidupan religius. KUA berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan menghadirkan pembinaan yang lebih terstruktur sebelum dan sesudah perlombaan.

Ke depan, KUA Sidikalang mendorong agar lomba Tahtim tidak berhenti pada momentum festival, tetapi dilanjutkan dengan program pembinaan bacaan Al-Qur’an secara rutin. Dengan demikian, kompetisi dapat melahirkan semangat belajar, sementara pembinaan berkelanjutan melahirkan kemampuan yang semakin baik dan merata di tengah masyarakat. “Juara adalah hasil dari sebuah perlombaan, tetapi kefasihan membaca Al-Qur’an dan kecintaan kepada Al-Qur’an adalah tujuan yang jauh lebih utama,” pungkas H. Abdul Yajid Lingga.

Bagikan Artikel