Sidikalang, (Humas). Penguatan kompetensi Penyuluh Agama Islam (PAI) dalam mengelola materi dan data penyuluhan terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital. Hal tersebut menjadi bagian dari kegiatan Sarasehan Bahan Tayang Kepenyuluhan dan Penguatan Digitalisasi yang diikuti PAI KUA Sidikalang, Selasa (29/09/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh PAI KUA Sidikalang, H. Husni Tamrin Rambe, S.Ag., sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan penyuluhan agama Islam agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Sarasehan membahas pentingnya penyusunan bahan tayang kepenyuluhan yang informatif, terstruktur, dan berbasis data. Materi penyuluhan diharapkan tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga mampu menjawab persoalan aktual yang dihadapi masyarakat berdasarkan kondisi dan kebutuhan sasaran binaan.
Keterhubungan antara data dan materi penyuluhan menjadi salah satu aspek penting yang mendapat perhatian. Data lapangan dapat menjadi dasar bagi penyuluh dalam menentukan tema, sasaran, metode, serta pendekatan penyuluhan sehingga kegiatan yang dilakukan lebih terarah dan memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, penguatan digitalisasi diarahkan untuk mendorong penyuluh agar semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi sebagai media edukasi dan komunikasi keagamaan. Penggunaan bahan tayang digital dinilai dapat memperkaya metode penyampaian materi sekaligus menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas.
PAI KUA Sidikalang, H. Husni Tamrin Rambe, S.Ag., menyampaikan bahwa penyuluhan pada era digital membutuhkan kemampuan untuk mengolah informasi menjadi materi yang mudah dipahami masyarakat. Menurutnya, penyuluh perlu menggabungkan substansi keagamaan dengan pendekatan komunikasi yang sesuai dengan karakter sasaran binaan. โData membantu kita memahami kebutuhan masyarakat, sedangkan bahan tayang membantu menyampaikan pesan dengan lebih sistematis. Keduanya perlu berjalan bersama agar penyuluhan tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata,โ ujarnya.
Kegiatan sarasehan tersebut sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik antarpeserta dalam mengembangkan materi kepenyuluhan. Melalui forum ini, penyuluh diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam menyusun bahan tayang, mengelola informasi, serta memanfaatkan perangkat digital sebagai bagian dari strategi penyuluhan.
Keikutsertaan PAI KUA Sidikalang dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen KUA untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya penyuluh. Penguatan berbasis data dan digitalisasi diharapkan dapat mendukung lahirnya layanan penyuluhan yang lebih terarah, relevan, terdokumentasi, dan responsif terhadap dinamika kehidupan masyarakat. (syah)