KUA Sidikalang Ajak Jamaah Mensyukuri Nikmat melalui Keteladanan Rasulullah

Sidikalang, (Humas). Komitmen menjadi suluh di tengah umat terus diperkuat Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang melalui pembinaan keagamaan berbasis masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui Safari Majelis Taklim yang menjadi ruang pembinaan spiritual sekaligus sarana mempererat hubungan antara KUA dan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Majelis Taklim Empat Lima mengikuti pembinaan keagamaan dengan menghadirkan penceramah Karimin Silalahi. Materi yang disampaikan mengangkat tema “Nikmat yang Diberi Rasulullah”, yang mengajak jamaah memahami berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT melalui keteladanan dan risalah Rasulullah SAW.

Dalam penyampaiannya, Karimin mengajak jamaah tidak hanya mengenal Rasulullah SAW secara historis, tetapi juga menghidupkan ajaran dan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Kecintaan kepada Rasulullah, menurutnya, perlu diwujudkan melalui pengamalan akhlak, kepedulian terhadap sesama, serta kesungguhan menjalankan ajaran Islam.

Safari Majelis Taklim tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang lebih dekat dengan masyarakat. KUA tidak hanya hadir dalam pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga mengambil peran dalam membangun kehidupan umat melalui penguatan pemahaman dan praktik keagamaan di tengah masyarakat.

Pendamping PLO KUA Sidikalang, Nurul Ella Padang, turut mendampingi pelaksanaan kegiatan. Kehadiran unsur KUA dalam Safari Majelis Taklim menjadi bentuk penguatan sinergi antara lembaga pemerintah dan kelompok-kelompok keagamaan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pembinaan umat.

Kepala KUA Kecamatan Sidikalang, Azan Sagala, S.Ag., MM, menegaskan bahwa pembinaan Majelis Taklim merupakan salah satu program unggulan KUA Sidikalang. Program tersebut diarahkan agar pembinaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlangsung secara berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.

 

“Pembinaan Majelis Taklim menjadi program unggulan KUA Sidikalang. Kita ingin KUA hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan layanan administrasi pernikahan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat,” tegas Azan.

Menurutnya, Majelis Taklim memiliki posisi strategis sebagai ruang belajar keagamaan sekaligus wadah membangun kebersamaan. Karena itu, KUA Sidikalang akan terus mendorong penguatan kolaborasi dengan Majelis Taklim, penyuluh agama, tokoh agama, dan unsur masyarakat agar pembinaan umat dapat berjalan secara terarah dan berkesinambungan.

Melalui Safari Majelis Taklim, KUA Sidikalang meneguhkan perannya sebagai suluh di tengah umat—hadir memberikan penerangan, membangun pemahaman keagamaan, sekaligus merawat kedekatan dengan masyarakat. Pembinaan yang dilakukan secara konsisten diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang semakin kuat secara spiritual, berakhlak, dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. (sam)


Bagikan Artikel