Lampung Timur (Humas) โ Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Melinting bersama Penyuluh Agama Islam menyerahkan ID Musala kepada takmir secara simbolis, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketertiban administrasi dan pemutakhiran data tempat ibadah di wilayah Kecamatan Melinting.
Penyerahan ID Musala dilakukan langsung oleh Kepala KUA Melinting, Supriyadi, S.Pd.I., M.Pd., didampingi para Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Melinting.
ID Musala merupakan bagian dari pendataan melalui Sistem Informasi Masjid dan Musala (SIMAS) Kementerian Agama RI. Melalui pendataan tersebut, setiap musala memiliki identitas yang tercatat dalam basis data Kementerian Agama sehingga keberadaan dan data tempat ibadah dapat terdokumentasi secara lebih tertib.
โID Musala ini sangat penting. Tujuannya agar pendataan tempat ibadah lebih valid, pembinaan lebih tepat sasaran, dan ke depan musala-musala kita dapat terjangkau berbagai program bantuan pemerintah,โ ujar Supriyadi saat menyerahkan ID kepada perwakilan takmir.
Menurut Supriyadi, keterlibatan Penyuluh Agama Islam dalam proses pendataan memiliki peran penting karena para penyuluh bersentuhan langsung dengan masyarakat. Verifikasi dan pemutakhiran data di lapangan diharapkan dapat menghasilkan data tempat ibadah yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para Penyuluh Agama Islam yang telah berperan aktif dalam melakukan pendataan dan verifikasi data musala di wilayah Kecamatan Melinting.
Salah seorang takmir yang menerima ID Musala mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, pendataan memberikan kepastian identitas sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap keberadaan tempat ibadah di tengah masyarakat.
โAlhamdulillah, dengan adanya ID ini kami merasa lebih diperhatikan. Semoga musala kami semakin makmur dan berkah,โ ujarnya.
KUA Melinting berharap pendataan melalui SIMAS dapat terus diperbarui secara berkala sehingga seluruh musala di Kecamatan Melinting dapat terdata dengan baik. Data tersebut diharapkan menjadi dasar dalam pelaksanaan pembinaan kehidupan keagamaan serta pengembangan berbagai program pelayanan kepada masyarakat.Format ini sudah saya arahkan ke gaya berita wartawan profesional: judul tidak ditulis kapital semua, lead langsung memuat unsur penting 5W+1H, serta penggunaan musala mengikuti bentuk baku bahasa Indonesia.