KUA Habinsaran Gelar Rakor di Parsoburan Barat, Gencarkan Program BRUS dan Binwin Guna Perkokoh Moderasi Beragama

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Habinsaran bersama Pemerintah Desa Parsoburan Barat sepakat menempatkan program bimbingan remaja, ketahanan keluarga, dan penguatan moderasi beragama sebagai pilar utama pembangunan karakter masyarakat. Komitmen ini menjadi poin krusial dalam Rapat Koordinasi (Rakor) strategis yang digelar di Kantor Desa Parsoburan Barat pada Jumat, 4 September 2026.

Langkah ini diambil sebagai respons aktif terhadap dinamika sosial remaja dan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman warga desa. KUA Habinsaran menilai bahwa ketahanan sebuah wilayah harus dimulai dari edukasi sejak dini pada usia remaja serta pembekalan yang matang bagi para calon pengantin melalui cara pandang keagamaan yang inklusif dan moderat.

Kepala KUA Kecamatan Habinsaran, Ikhsan Yakin Siregar, S.HI., menegaskan bahwa KUA kini memiliki instrumen reguler yang sangat menyasar akar rumput, salah satunya adalah program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah). Menurutnya, program BRUS menjadi langkah hulu yang sangat vital untuk mengedukasi remaja di tingkat desa mengenai kedewasaan usia nikah, kesehatan reproduksi, serta bahaya pergaulan bebas.

"Melalui BRUS, kita masuk ke ruang-ruang remaja usia sekolah di dusun-dusun untuk membangun kesadaran agar mereka fokus pada pendidikan terlebih dahulu. Selesai di tahap hulu, kita sambut di tahap hilir melalui program Binwin (Bimbingan Perkawinan) bagi para calon pengantin. Jadi, ketahanan keluarga ini kita kawal secara berkesinambungan," ujar Ikhsan.

Ikhsan menambahkan, Binwin bukan lagi sekadar pemenuhan syarat administratif jelang akad nikah, melainkan instrumen wajib untuk membedah manajemen konflik rumah tangga, pengelolaan finansial, hingga pencegahan stunting pada anak.

Kepala Desa Parsoburan Barat, Demas Simangunsong, menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah progresif KUA Habinsaran. Menurutnya, kehadiran program BRUS dan Binwin di tingkat desa sangat membantu pemerintah desa dalam menyikapi berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini.
"Kami di Pemerintah Desa Parsoburan Barat sangat mengapresiasi terobosan ini. Program BRUS dan Binwin ini adalah jawaban atas kekhawatiran kita selama ini mengenai masa depan anak-anak di desa. Kami siap memfasilitasi dan menggerakkan seluruh kepala dusun serta perangkat desa agar program ini bisa menyentuh target secara tepat sasaran," tegas Demas Simangunsong. Demas juga menambahkan bahwa ketertiban administrasi keagamaan dan kependudukan akan menjadi prioritas bagi jajarannya guna menyukseskan program-program kementerian tersebut.

Selain ketahanan keluarga via BRUS dan Binwin, rakor ini memberikan porsi pembahasan yang besar pada program penguatan moderasi beragama di tingkat desa. Di tengah kemajemukan masyarakat Habinsaran, cara beragama yang moderat—yang mengedepankan toleransi, mengambil jalan tengah (tawasut), dan menghargai kearifan lokal—harus diinternalisasikan secara sistematis hingga ke tingkat dusun.

Melalui diskusi dua arah, perangkat Desa Parsoburan Barat menyambut baik rencana KUA untuk mengintegrasikan nilai-nilai moderasi dalam setiap ruang pertemuan warga. Langkah ini dinilai efektif untuk menangkal potensi gesekan sosial, radikalisme, serta sikap ekstrem dalam beragama yang dapat merusak kerukunan yang telah lama terjaga.

Pemerintah desa dan KUA sepakat bahwa tokoh agama dan tokoh masyarakat di Parsoburan Barat akan dilibatkan secara aktif sebagai motor penggerak. Mereka akan menjadi jembatan informasi untuk mengedukasi warga bahwa ketaatan dalam beragama harus berjalan selaras dengan komitmen kebangsaan dan penghormatan terhadap hak-hak sesama manusia. Sebagai tindak lanjut konkret dari rakor ini, kedua belah pihak menyusun jadwal safari edukasi terpadu. Petugas KUA akan turun langsung ke dusun-dusun untuk melakukan jemput bola.

Agenda safari ini mencakup dua hal utama: memberikan penyuluhan BRUS berbasis komunitas bagi para remaja, serta menggelar dialog interaktif mengenai moderasi beragama dan bimbingan Binwin. Dengan meruntuhkan sekat birokrasi dan hadir langsung di tengah pemukiman warga, KUA Habinsaran dan Pemerintah Desa Parsoburan Barat optimis dapat membangun masyarakat yang tidak hanya tertib secara administrasi keagamaan, tetapi juga matang dalam membina keluarga dan bijak dalam kehidupan beragama. (Iys)

Bagikan Artikel