Gunungsitoli Utara, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunungsitoli Utara melaksanakan
kegiatan pembinaan keagamaan melalui Program Bina Iman, yang merupakan
program baru di lingkungan KUA Gunungsitoli Utara. Kegiatan ini dilaksanakan
pada Rabu, 06 Mei 2026 dan diikuti oleh seluruh pegawai KUA Gunungsitoli Utara yang
terdiri dari penghulu, penyuluh dan staf, sebagai bentuk penguatan kapasitas
internal aparatur serta upaya membangun budaya kerja yang berlandaskan
nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan yang
dimulai pukul 09.00 WIB ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta
kualitas keimanan dan ibadah aparatur di lingkungan KUA. Program ini juga
menjadi wadah pembinaan internal guna memperkuat nilai-nilai spiritual dalam
pelaksanaan tugas sehari-hari, serta direncanakan akan rutin dilaksanakan
setiap hari Rabu sebagai agenda pembinaan berkelanjutan yang terarah dan
sistematis.
Pada pertemuan
perdana ini, materi yang disampaikan adalah tentang thaharah (bersuci)
sebagai dasar utama dalam pelaksanaan ibadah seorang muslim. Bertindak sebagai
pemateri, Kepala KUA Gunungsitoli Utara, Amir Sidik Harefa, S.Pd.I.,
menyampaikan pentingnya menjaga kesucian diri, khususnya bagi aparatur KUA yang
menjadi garda terdepan dalam pelayanan keagamaan kepada masyarakat, sehingga
setiap pelayanan yang diberikan juga mencerminkan nilai-nilai ibadah.
Dalam
penyampaiannya, beliau menjelaskan secara rinci tata cara bersuci, mulai dari
wudhu, tayamum, hingga mandi wajib, serta hal-hal yang dapat membatalkan
thaharah. Materi disampaikan secara sistematis dan interaktif, disertai
contoh-contoh praktis dalam kehidupan sehari-hari, sehingga para pegawai KUA
Gunungsitoli Utara dapat memahami serta mengimplementasikannya dengan baik,
baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pelaksanaan tugas kedinasan.
Melalui Program Bina
Iman ini, diharapkan seluruh pegawai KUA Gunungsitoli Utara dapat meningkatkan
kualitas ibadah serta menjadi teladan bagi masyarakat dalam penerapan ajaran
Islam. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat integritas,
kedisiplinan dan profesionalitas aparatur dalam menjalankan tugas, sehingga
pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, humanis, dan berlandaskan
nilai-nilai keagamaan yang kokoh. (DIH)