Gunungsitoli Utara
(Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunungsitoli Utara kembali
melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan melalui program Bina Iman pada Rabu,
24 Juni 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh
seluruh pegawai, baik penghulu, penyuluh, maupun staf. Program ini menjadi
bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat nilai-nilai spiritual
sekaligus meningkatkan kualitas ibadah aparatur, sehingga mampu membentuk ASN
yang religius, berintegritas, dan berakhlakul karimah dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat.
Pada kesempatan
tersebut, materi yang diangkat berfokus pada “Adab dalam Melaksanakan Sholat”
yang disampaikan langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Gunungsitoli Utara, Amir
Sidik Harefa, S.Pd.I. Penyampaian materi berlangsung secara interaktif dengan
bahasa yang mudah dipahami, disertai contoh-contoh praktis dalam kehidupan
sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam mengikuti diskusi
dan sesi tanya jawab guna memperdalam pemahaman terhadap materi yang
disampaikan.
Dalam pemaparannya,
Kepala KUA menekankan pentingnya memahami setiap bacaan dalam sholat sebagai
bagian dari upaya menghadirkan kekhusyukan. Sholat bukan sekadar rangkaian
gerakan fisik, melainkan bentuk komunikasi spiritual antara hamba dengan Allah
SWT. Oleh karena itu, pemahaman terhadap makna bacaan menjadi kunci utama agar
ibadah yang dilaksanakan mampu menghadirkan kesadaran dan penghayatan yang
lebih mendalam.
Lebih lanjut, beliau
juga mengingatkan agar setiap individu menjaga sikap selama melaksanakan sholat
dengan tidak melakukan gerakan-gerakan yang tidak perlu. Gerakan yang
berlebihan tidak hanya dapat mengurangi kekhusyukan, tetapi juga berpotensi
mengganggu kesempurnaan ibadah. Diperlukan kedisiplinan serta kesadaran diri
untuk tetap fokus dan menjaga adab sesuai dengan tuntunan syariat.
Pada bagian penutup,
Kepala KUA menegaskan pentingnya tuma’ninah dalam setiap gerakan sholat.
Tuma’ninah merupakan salah satu rukun yang harus dipenuhi agar sholat menjadi
sah dan sempurna. Dengan menjaga ketenangan dan kekhusyukan dalam ibadah,
diharapkan sholat tidak hanya menjadi kewajiban semata, tetapi juga mampu
membentuk pribadi yang lebih sabar, ikhlas, serta berakhlak mulia dalam
kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Bina Iman
ini diharapkan terus menjadi wadah pembinaan rohani bagi seluruh pegawai KUA
Gunungsitoli Utara, sehingga nilai-nilai keagamaan dapat terimplementasi secara
nyata dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. (DIH)