Gunungsitoli Utara,
(Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunungsitoli Utara melaksanakan
kegiatan Bina Iman, Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB
tersebut diawali dengan tadarus Al-Qur’an bersama. Bina Iman merupakan kegiatan
pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu di
lingkungan KUA Gunungsitoli Utara. Kegiatan ini diikuti oleh Penghulu, Penyuluh
Agama Islam dan staf KUA Kecamatan Gunungsitoli Utara. Pelaksanaan kegiatan
menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan
nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kegiatan
tersebut, materi Bina Iman disampaikan oleh Kepala KUA Kecamatan Gunungsitoli
Utara, Amir Sidik Harefa, S.Pd.I. Dalam penyampaiannya, Amir membahas tentang dzikir
panjang dan pentingnya mengamalkannya secara konsisten. Ia menjelaskan bahwa
dzikir tidak semata-mata untuk dihafalkan, tetapi yang lebih penting adalah
bagaimana dzikir tersebut dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah
satu waktu yang baik untuk membiasakan diri berdzikir adalah selepas
melaksanakan salat. Dengan membiasakan berdzikir, seorang muslim diharapkan
senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas yang dijalankan.
Lebih lanjut, Amir
menjelaskan bahwa kata dzikir berasal dari bahasa Arab dzakara–yadzkur–dzikran,
yang berarti mengingat atau menyebut. Dzikir merupakan salah satu bentuk ibadah
yang dilakukan untuk mengingat dan menyebut nama Allah SWT. Menurutnya, dzikir
hendaknya tidak hanya menjadi hafalan atau bacaan yang diucapkan, tetapi perlu
dihayati dan diamalkan dalam kehidupan. Kebiasaan berdzikir setelah salat dapat
menjadi sarana untuk menjaga hati agar tetap dekat dengan Allah SWT. Dengan
demikian, dzikir diharapkan mampu memberikan ketenangan hati sekaligus
menguatkan kesadaran seorang muslim dalam menjalani kehidupan.
Dalam kesempatan
tersebut, Kepala KUA juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan dzikir
sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, mengingat Allah tidak
hanya dilakukan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan melalui sikap dan
perbuatan yang baik. Nilai-nilai yang terkandung dalam dzikir diharapkan dapat
diterapkan dalam pelaksanaan tugas, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat. Dengan hati yang senantiasa mengingat Allah, setiap pegawai
diharapkan mampu menjalankan amanah dengan lebih ikhlas, sabar dan bertanggung
jawab. Hal ini juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja
yang religius dan harmonis.
Kegiatan Bina Iman
berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh seluruh peserta dengan penuh
perhatian. Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu
tersebut, KUA Kecamatan Gunungsitoli Utara terus berupaya meningkatkan
pembinaan spiritual bagi para pegawai. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya
menambah pemahaman keagamaan, tetapi juga mendorong para pegawai untuk mengamalkan
ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir yang diamalkan secara
konsisten diharapkan dapat menghadirkan ketenangan hati dan meningkatkan
kedekatan kepada Allah SWT. Dengan demikian, pembinaan keagamaan dapat menjadi
penguat dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada
masyarakat. (DIH)