Gunungsitoli Utara,
(Humas). Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Gunungsitoli Utara, (Novita Sari,
S.Sos.), mengisi kajian keagamaan dalam rangka pengajian yang diselenggarakan
oleh Majelis Ta’lim Al-Mukhlisin bersama Majelis Ta’lim Nurul Jannah di Dusun
II Desa Olora, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Selasa (11/08/2026). Kegiatan
tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari pengajian atas wafatnya Ibu I. Leli
sekaligus menjadi momentum bagi jamaah untuk bersama-sama mendoakan almarhumah
serta memberikan penguatan keagamaan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Dalam tausiah yang
disampaikan, Novita Sari mengangkat pembahasan tentang takdir Allah SWT,
khususnya bagaimana seorang Muslim menyikapi setiap ketentuan yang telah
ditetapkan oleh Allah dalam kehidupan. Ia menjelaskan bahwa kehidupan manusia
tidak terlepas dari ketetapan Allah, termasuk kelahiran, rezeki, pertemuan,
perpisahan hingga kematian. Menurutnya, ketika seseorang mendapatkan musibah
berupa kehilangan orang yang dicintai, rasa sedih merupakan hal yang manusiawi,
namun seorang Muslim hendaknya tetap meyakini bahwa setiap ketentuan Allah
mengandung hikmah yang tidak selalu dapat langsung dipahami oleh manusia.
Novita juga mengajak
jamaah untuk menjadikan peristiwa kematian sebagai pengingat bahwa kehidupan di
dunia memiliki batas dan setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah
SWT. Karena itu, kepergian seseorang hendaknya tidak hanya dihadapi dengan
kesedihan, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan
memperbaiki kualitas kehidupan. Ia mengingatkan bahwa manusia tidak memiliki
kuasa untuk menentukan kapan seseorang datang maupun pergi dari kehidupan,
sehingga sikap yang tepat adalah menerima ketetapan Allah dengan sabar, ikhlas
dan tetap memperbanyak doa bagi mereka yang telah mendahului.
Lebih lanjut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Gunungsitoli Utara tersebut menyampaikan bahwa menerima takdir bukan berarti berhenti berusaha ataupun menyerah terhadap keadaan. Sebaliknya, keimanan kepada takdir harus melahirkan sikap tawakal, yaitu menyerahkan hasil akhir kepada Allah setelah manusia menjalankan ikhtiar terbaiknya. Dalam menghadapi kehilangan, keluarga dan jamaah juga diharapkan dapat saling menguatkan, menjaga silaturahmi serta mengambil pelajaran dari kehidupan almarhumah untuk terus berbuat kebaikan selama masih diberikan kesempatan hidup.
Kegiatan pengajian
tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan diikuti oleh jamaah
Majelis Ta’lim Al-Mukhlisin dan Majelis Ta’lim Nurul Jannah. Melalui kegiatan
tersebut, diharapkan kehadiran Penyuluh Agama Islam tidak hanya memberikan
pemahaman keagamaan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya
memberikan pendampingan spiritual dalam berbagai situasi kehidupan. Novita
mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperkuat keimanan, memperbanyak amal
kebaikan serta mendoakan almarhumah agar memperoleh ampunan dan rahmat Allah
SWT, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan
kekuatan dalam menerima ketetapan-Nya. (DIH)