Lampung Timur (Humas) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pasir Sakti, H. Rahmatsyah, S.Ag., M.M., menghadiri Pengajian Akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., Haul ke-19 pendiri MA Ma’arif NU 08 Mataram Baru, KH M. Ridwan Ghozali, serta Hari Lahir ke-58 LP Ma’arif NU, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MA Ma’arif NU 08 Mataram Baru tersebut dihadiri para kiai, tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), keluarga besar madrasah, serta jamaah dari berbagai wilayah.
Hadir sebagai penceramah dalam pengajian tersebut KH Hasan Khosasih dan Ustaz Aziz dari Tangerang. Keduanya menyampaikan tausiah keagamaan yang mengajak jamaah untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah saw., memperkuat keimanan, serta meneladani akhlak dan perjuangan Nabi Muhammad saw. dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, H. Rahmatsyah menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi dan haul pendiri madrasah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang jasa para ulama dan pendiri lembaga pendidikan Islam sekaligus meneruskan nilai-nilai perjuangan mereka.
“Maulid Nabi mengajarkan kepada kita untuk meneladani Rasulullah saw., sementara haul mengingatkan kita terhadap jasa dan perjuangan para pendahulu. Nilai-nilai keteladanan, keikhlasan, dan perjuangan dalam mendidik umat harus terus kita rawat dan diteruskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mengapresiasi terselenggaranya pengajian akbar tersebut sebagai sarana memperkuat silaturahmi antara ulama, tokoh agama, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
“Semoga momentum Maulid Nabi, haul pendiri, dan harlah LP Ma’arif NU ini menjadi wasilah bertambahnya keberkahan bagi madrasah, para pendidik, peserta didik, serta seluruh masyarakat. Semoga perjuangan para pendiri dan ulama terdahulu dapat dilanjutkan dengan semangat menjaga ilmu, sanad keilmuan, akhlak, dan pengabdian kepada umat,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh suasana kebersamaan. Para jamaah mengikuti rangkaian pengajian dengan antusias hingga selesai, sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah saw. sekaligus penghormatan terhadap jasa para ulama dan pendiri lembaga pendidikan Islam.