Pancur Batu (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama
(KUA) Kecamatan Pancur Batu, H. Ilyas, M.A., memimpin seluruh staf mengikuti
arahan dari Kepala Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang
Bapak H. Fachrizal, S.HI, M.Si
sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik serta
memperkuat tertib administrasi dan pengelolaan arsip dokumen di lingkungan KUA
Pancur Batu.
Kegiatan yang dilaksanakan di aula KUA Pancur
Batu tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan diikuti oleh seluruh
Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri
(PPNPN). Pembinaan ini merupakan tindak lanjut atas arahan pimpinan agar
seluruh satuan kerja terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat
sekaligus memperkuat tata kelola administrasi yang profesional, transparan, dan
akuntabel.
Dalam kesempatan tersebut, Ilyas menyampaikan
bahwa pelayanan publik merupakan salah satu tugas utama Kementerian Agama yang
harus terus ditingkatkan seiring dengan meningkatnya harapan masyarakat
terhadap kualitas layanan pemerintah. Menurutnya, setiap pegawai harus mampu
memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, serta berorientasi pada kepuasan
masyarakat tanpa mengabaikan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
"Pelayanan yang baik bukan hanya dinilai
dari cepat atau lambatnya proses administrasi, tetapi juga dari sikap, etika,
komunikasi, dan tanggung jawab kita dalam melayani masyarakat. Oleh karena itu,
seluruh pegawai harus memiliki komitmen yang sama untuk memberikan pelayanan
yang terbaik," ujar Ilyas.
Ia menegaskan bahwa KUA merupakan garda
terdepan Kementerian Agama yang langsung bersentuhan dengan masyarakat melalui
berbagai layanan, seperti pelayanan nikah dan rujuk, konsultasi keluarga
sakinah, pelayanan kemasjidan, zakat dan wakaf, bimbingan masyarakat Islam,
hingga pelayanan administrasi keagamaan lainnya. Karena itu, citra Kementerian
Agama di mata masyarakat sangat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang
diberikan oleh setiap pegawai di KUA.
Lebih lanjut, Ilyas menjelaskan bahwa arahan Fachrizal menjadi pengingat bagi seluruh jajaran agar
terus membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, peningkatan pelayanan publik harus dibarengi dengan peningkatan kualitas
administrasi sehingga seluruh proses pelayanan dapat berjalan secara efektif
dan efisien.
Selain menyoroti pelayanan publik, pembinaan
tersebut juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya pengelolaan arsip
dokumen. Ilyas menyampaikan bahwa arsip merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari penyelenggaraan pemerintahan. Setiap dokumen yang dihasilkan dalam proses
pelayanan memiliki nilai administrasi, hukum, serta menjadi bentuk
pertanggungjawaban institusi kepada masyarakat maupun negara.
Ia mengingatkan seluruh staf agar lebih cermat
dalam menyusun, mengelompokkan, menyimpan, dan memelihara setiap dokumen sesuai
dengan ketentuan kearsipan yang berlaku. Penataan arsip yang baik akan
memudahkan proses pencarian dokumen ketika dibutuhkan, sekaligus mengurangi
risiko kehilangan data maupun terjadinya kesalahan administrasi.
"Arsip bukan hanya tumpukan berkas yang
disimpan di lemari. Arsip merupakan memori organisasi yang harus dijaga dengan
baik. Ketika pengelolaan arsip dilakukan secara tertib, maka pelayanan kepada
masyarakat juga akan semakin mudah, cepat, dan akurat," ungkapnya.
Dalam arahannya, Ilyas juga mengajak seluruh
pegawai untuk membangun budaya kerja yang mengedepankan kolaborasi, integritas,
dan inovasi. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan
oleh kemampuan seorang pimpinan, tetapi juga oleh kekompakan seluruh pegawai
dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Ia berharap setiap pegawai dapat saling
mendukung, saling mengingatkan, dan terus meningkatkan kompetensi agar mampu
mengikuti perkembangan teknologi informasi serta tuntutan pelayanan publik yang
semakin dinamis. Transformasi digital yang terus dilakukan oleh Kementerian
Agama juga harus menjadi motivasi bagi seluruh ASN untuk terus belajar dan
beradaptasi dalam memberikan pelayanan yang lebih efektif dan efisien.
Suasana pembinaan berlangsung interaktif. Para
staf diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi
dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, baik terkait pelayanan masyarakat maupun
pengelolaan administrasi. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi
bersama untuk menemukan solusi yang tepat demi meningkatkan kualitas pelayanan
di KUA Pancur Batu.
Dalam sesi diskusi, turut ditekankan pentingnya
menjaga disiplin kerja, meningkatkan koordinasi antarpegawai, serta memastikan
seluruh administrasi pelayanan terdokumentasi dengan baik. Seluruh pegawai juga
diingatkan agar senantiasa bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur
(SOP), menjaga integritas, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang
dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Ilyas berharap hasil pembinaan ini tidak hanya
menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan dalam pelaksanaan
tugas sehari-hari. Menurutnya, perubahan yang besar selalu dimulai dari hal-hal
kecil, seperti kedisiplinan dalam bekerja, ketelitian dalam mengelola dokumen,
keramahan dalam melayani masyarakat, serta komitmen untuk terus memberikan
pelayanan terbaik.
Di akhir arahannya, ia mengajak seluruh pegawai
menjadikan nilai-nilai ASN BerAKHLAK sebagai budaya kerja dalam setiap
pelaksanaan tugas. Dengan mengedepankan orientasi pelayanan, akuntabilitas,
kompetensi, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif, diharapkan KUA Pancur
Batu mampu terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan pembinaan ini, KUA Pancur Batu
menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program transformasi birokrasi
Kementerian Agama melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan tata
kelola administrasi, serta pengelolaan arsip yang tertib, profesional, dan akuntabel.
Semangat tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian
Agama dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas, modern,
dan berdampak bagi masyarakat.